Panel PBB Desak Iran Percepat Penyelidikan Jet yang Ditembak Jatuh Rudal Darat

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional mengatakan anggota dewan 36 negara mengeluarkan seruan itu, hampir 10 bulan setelah penerbangan Ukraine International Airlines ditembak jatuh oleh rudal darat-ke-udara Iran, menewaskan 176 orang.




IRAN, IPHEDIA.com - Panel pemerintah di badan penerbangan Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak Iran untuk mempercepat penyelidikan atas jatuhnya pesawat Ukraina pada bulan Januari, sementara seorang pejabat Iran mengatakan laporan akhir tentang kecelakaan itu akan segera diedarkan.

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional mengatakan anggota dewan 36 negara mengeluarkan seruan itu, hampir 10 bulan setelah penerbangan Ukraine International Airlines ditembak jatuh oleh rudal darat-ke-udara Iran, menewaskan 176 orang.

"Kami telah melakukan beberapa pertukaran dengan CAA Iran di mana kami mendesak otoritasnya untuk mempercepat penyelidikan kecelakaan," kata presiden dewan Salvatore Sciacchitano pada pertemuan komite, menurut ICAO, Jumat waktu setempat.

Perwakilan Iran untuk ICAO, bagaimanapun, mengatakan dia telah membuat laporan lengkap kepada dewan tentang kemajuan penyelidikan. Draf laporan akhir telah selesai dan sedang diterjemahkan, kata Farhad Parvaresh kepada Reuters.

Itu akan dikirim ke negara-negara yang berpartisipasi dalam beberapa minggu, katanya seraya menambahkan bahwa Iran mematuhi aturan internasional tentang penyelidikan udara yang dikenal sebagai Lampiran 13.

Aturan tersebut mencakup rekomendasi agar laporan akhir muncul dalam 12 bulan, yang dalam hal ini berjalan hingga awal Januari, meskipun banyak penyelidikan membutuhkan waktu lebih lama.

Meskipun tenggat waktu belum tercapai, beberapa negara bagian, termasuk Kanada prihatin dengan apa yang mereka pandang sebagai kurangnya transparansi, menurut seseorang yang akrab dengan diskusi tersebut.

Pengawal Revolusi Iran mengatakan secara tidak sengaja menembak jatuh Ukraina International Airlines Penerbangan PS752 pada 8 Januari, salah mengira itu sebagai rudal pada saat ketegangan tinggi antara Iran dan Amerika Serikat.

Kanada dan keluarga para korban mendesak Iran untuk mendapatkan jawaban tambahan menyusul laporan awal tentang isi kotak hitam, yang dikirim ke Prancis untuk dianalisis pada Juli.

Banyak dari 176 korban tewas dalam kecelakaan itu adalah warga negara Kanada atau penduduk tetap di sana.

Ukraina, tempat Boeing 737 dioperasikan, dan Amerika Serikat, tempat pesawat itu dirancang dan dibangun, secara otomatis menjadi bagian dari penyelidikan kecelakaan formal berdasarkan aturan ICAO.

Aturan mengatakan negara yang berpartisipasi harus diberi waktu 60 hari untuk memberikan komentar sebelum laporan akhir dapat diterbitkan. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top