Militer AS Rilis Data Tentang Bahaya Sipil dalam Perang di ISIL

Data yang diperoleh Airwars telah memungkinkan untuk lokasi akurat dari 341 insiden bahaya sipil dan sekitar 1.400 kematian warga sipil 2014-2019 yang telah diakui oleh militer AS.


Foto: AP via Al Jazeera


NEW YORK, IPHEDIA.com - Untuk pertama kalinya sejak koalisi pimpinan AS melancarkan perang melawan ISIL (ISIS) pada tahun 2014, militer AS secara eksklusif merilis hampir semua kasus koordinat geografis kerusakan sipil dan kematian di Irak dan Suriah.

Kasus yang dikonfirmasi dari kerusakan sipil dan kematian di Irak dan Suriah itu disampaikan kepada Airwars, Inggris, --organisasi nirlaba berbasis yang bekerja untuk melacak dan menilai tindakan militer di zona konflik.

Data yang diperoleh Airwars telah memungkinkan untuk lokasi akurat dari 341 insiden bahaya sipil dan sekitar 1.400 kematian warga sipil 2014-2019 yang telah diakui oleh militer AS.

Airwars memperkirakan bahwa jumlah total warga sipil yang terbunuh oleh pasukan koalisi pimpinan AS selama perang berada di kisaran 8.310 hingga 13.187.

Terobosan ini memberikan wawasan tentang pertanyaan yang telah muncul selama bertahun-tahun. Data menunjukkan kapan dan di mana peristiwa tertentu terjadi, dan menyederhanakan proses penentuan individu mana yang terpengaruh oleh serangan tertentu.

Bukti baru ini berpotensi membuka pintu untuk permintaan maaf resmi dan pembayaran restitusi dari Amerika Serikat dan sekutunya.

Mantan juru bicara koalisi Kolonel Myles Caggins mengatakan kepada Airwars, melansir Aljazeera, Kamis, bahwa alasan utama di balik keputusan militer AS untuk merilis data ini sekarang adalah transparansi.

“Kami menangani setiap tuduhan korban sipil dengan ketulusan, perhatian, dan ketekunan yang tinggi; kami melihat penambahan geolokasi sebagai bukti transparansi, dan komitmen kami untuk bekerja sama dengan lembaga seperti Airwars guna mengidentifikasi insiden kerusakan sipil dengan benar.”

Menanggapi perolehan teritorial cepat yang dilakukan oleh kelompok ISIL pada tahun 2014, koalisi pimpinan AS memulai upaya untuk memerangi kelompok tersebut pada bulan Agustus tahun itu.

Militer AS memasok pasukan Peshmerga Kurdi Irak dengan senjata di darat dan meluncurkan serangan udara intensif terhadap kelompok itu di Irak dan Suriah.

Airwars mencatat bahwa rilis koordinat tertentu diyakini sebagai data korban sipil lokasi paling komprehensif yang pernah dirilis oleh militer AS.

Sebagian besar koordinat berada dalam jarak 100 meter dari lokasi kejadian yang disebutkan oleh militer, sementara koordinat tertentu berada sedekat satu meter.

Dari 344 insiden kerusakan sipil kredibel yang tercatat, 341 telah dikonfirmasi melalui data ini. Tiga orang sisanya dikeluarkan oleh militer karena berbagai alasan seperti penyelidikan berkelanjutan dan dimasukkannya informasi sensitif.

Banyak dari insiden ini juga telah dikonfirmasi melalui akun langsung seperti foto dan video yang diunggah ke internet oleh para saksi. (alj/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top