Menaker Ida Fauziah: Pandemi Covid-19, Jumlah Pengangguran Naik 9,7 Juta Orang

Dalam kunjungannya di BLK, Ida Fauziah, dan Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono, melihat langsung peserta pelatihan pra kerja. Mulai dari latihan menjahit, teknologi informatika, teknik permesinan hingga tenaga administrasi akuntansi keuangan.




SIDOARJO, IPHEDIA.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, mengunjungi Balai Latihan Kerja (BLK) di Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, Jumat. 


Kunjungan dilanjutkan ke rumah dua warga penerima program Bantuan Subsidi Upah (BSU) di Desa Grinting, Kecamatan Tulangan.

Dalam kunjungannya di BLK, Ida Fauziah, dan Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono, melihat langsung peserta pelatihan pra kerja. Mulai dari latihan menjahit, teknologi informatika, teknik permesinan hingga tenaga administrasi akuntansi keuangan.

Pelatihan ini selain meningkatkan SDM melalui program pelatihan yang didampingi tenaga ahli, juga menekan angka pengangguran dan mengentaskan kemiskinan melalui Direktorat Jenderal Bina Penta Kemenaker.

Di samping mendapat ilmu, peserta pelatihan juga mendapatkan modal usaha. "Mayoritas peserta pelatihan kerja yang terdaftar di BLK Tulangan adalah warga Sidoarjo, Mojokerto, Gresik dan sebagian dari daerah lain," kata Kepala BLK Sidoarjo, Iman Agung.

Menteri Ida Fauziah menyampaikan, data pengangguran 9,7 juta orang, jumlah ini lebih banyak disebabkan karena pandemi covid-19. Sebelumnya, bulan Februari angka pengangguran masih di angka 6,9 juta.

Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono mengatakan, keberadaan BLK ini sangat membantu sekali mengurangi angka pengangguran, apalagi di tengah pandemi Covid-19 banyak terjadi PHK.

Di sini, ujar dia, peserta dilatih keterampilan sehingga setelah lepas dari BLK mereka sudah punya keahlian. "Pemkab Sidoarjo sudah kerjasama dengan BLK Tulangan untuk mengirim peserta dengan menggunakan biaya APBD Sidoarjo," ujar Pj Bupati Hudiyono. (Sugeng P/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top