Lituania Dukung Mereka yang Memperjuangkan Kebebasan di Taiwan

“Kami akan secara aktif menentang pelanggaran hak asasi manusia dan kebebasan demokratis, dan akan membela mereka yang memperjuangkan kebebasan di seluruh dunia, dari Belarusia hingga Taiwan,” kata mereka.


Foto: Reuters

VILNIUS, IPHEDIA.com - Koalisi baru yang berkuasa di Lithuania sepakat untuk berkomitmen pada pemerintah yang akan datang mendukung mereka yang memperjuangkan kebebasan di Taiwan, mengancam akan merusak hubungan anggota kecil UE dengan China dan investor potensial di pelabuhan utamanya.

Negara-negara anggota Uni Eropa, dan blok itu sendiri, tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan karena keberatan dari Beijing, yang menganggap pulau itu bagian dari China.

Perjanjian koalisi Lituania, yang ditandatangani oleh para pemimpin Persatuan Tanah Air, Gerakan Liberal, dan partai-partai Kebebasan, yang bersama-sama memenangkan 74 kursi di parlemen yang memiliki 141 kursi pada 25 Oktober, mengikat pemerintah baru untuk melaksanakan kebijakan luar negeri berbasis nilai.

“Kami akan secara aktif menentang pelanggaran hak asasi manusia dan kebebasan demokratis, dan akan membela mereka yang memperjuangkan kebebasan di seluruh dunia, dari Belarusia hingga Taiwan,” kata mereka.

Terkait dukungan ini, Kementerian Luar Negeri Taiwan menyampaikan apresiasinya. Menurut kementerian itu, Lituania dan Taiwan adalah mitra yang berpikiran sama.

"Kementerian luar negeri dengan tulus berterima kasih kepada teman-teman di Lituania karena terus mengambil tindakan nyata untuk mempertahankan nilai-nilai bersama," katanya dalam sebuah pernyataan.

Kedutaan Besar China di Vilnius mengatakan pemerintah China siap untuk bekerja dengan pemerintah Lithuania atas dasar saling menghormati kedaulatan dan integritas teritorial serta tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing.

"Perkembangan normal hubungan China-Lithuania tidak boleh terganggu oleh faktor-faktor lain karena mereka tidak akan melayani kepentingan fundamental kedua negara dan rakyat," katanya dalam sebuah pernyataan, melansir Reuters.

Perdana Menteri Ingrida Simonyte mengatakan pada konferensi pers bahwa pemerintah baru akan tidak hanya mencatat apa yang terjadi di dekat perbatasan, tetapi juga secara global.

Pemerintah Lituania tidak mempermasalahkan kebijakan "satu China" Beijing terhadap Taiwan. Namun, China pada Mei memprotes ketika Lithuania mengatakan Taiwan harus diizinkan menjadi pengamat di Organisasi Kesehatan Dunia selama pandemi. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top