Liga Arab Sambut Baik Pengesahan 6 Resolusi PBB Pro-Palestina

"Pemungutan suara ini mencerminkan komitmen komunitas internasional terhadap perjuangan Palestina dan hak-hak sah rakyat Palestina, yang terutama adalah hak untuk menentukan nasib sendiri dan hak pengungsi Palestina untuk kembali ke rumah mereka," kata Saeed Abu Ali.


Foto: China Daily


CAIRO, IPHEDIA.com - Liga Arab (AL) menyambut baik pengesahan enam resolusi PBB baru-baru ini yang mendukung rakyat Palestina dan hak-hak mereka serta menentang praktik Israel.

"Pemungutan suara ini mencerminkan komitmen komunitas internasional terhadap perjuangan Palestina dan hak-hak sah rakyat Palestina, yang terutama adalah hak untuk menentukan nasib sendiri dan hak pengungsi Palestina untuk kembali ke rumah mereka," kata Saeed Abu Ali, Asisten sekretaris jenderal AL untuk urusan Palestina dan wilayah Arab yang diduduki, dalam pernyataannya, Minggu waktu setempat.

Resolusi tersebut disahkan pada Rabu oleh sebuah komite di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan mayoritas besar dan didukung oleh tiga negara Arab yang baru-baru ini menandatangani kesepakatan normalisasi Israel serta sebagian besar negara Eropa.

Resolusi yang diperbarui mendukung Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA), yang membantu pengungsi Palestina, dan mengkritik perluasan pemukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

"Dukungan besar-besaran menunjukkan komitmen internasional untuk peran penting yang telah dimainkan UNRWA sejak didirikan dalam memberikan layanan penting kepada lebih dari 5,5 juta pengungsi," kata pejabat AL itu, melansir Xinhuanet.

Dia juga mendesak negara-negara yang menjanjikan kontribusi keuangan kepada UNRWA untuk memenuhi komitmen mereka sehingga badan pro-Palestina dapat melanjutkan pekerjaannya dan mengatasi tantangan tambahan yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19.

Awal pekan ini, pasukan Israel menghancurkan sebuah desa kecil Palestina di Tepi Barat yang diduduki, menyebabkan lebih dari 70 warga sipil kehilangan tempat tinggal, termasuk 41 anak di bawah umur, sebuah tindakan yang dikecam oleh PBB dan Uni Eropa.

Konflik Israel-Palestina telah berlangsung selama beberapa dekade, setelah pendudukan Israel atas tanah Palestina dan pembentukan Israel yang didukung Barat pada tahun 1948.

Palestina berusaha untuk mendirikan negara merdeka mereka sendiri di perbatasan tahun 1967, berdasarkan solusi dua negara yang diusulkan PBB. (xna/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top