Ledakan Bom Rakitan di Pasar Bamyan Afghanistan, 17 Tewas dan Lebih dari 50 Terluka

Sumber tidak resmi mengatakan pasukan keamanan menangkap dua tersangka pria setelah insiden tersebut. Sejauh ini tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.




BAMYAN, IPHEDIA.com - Sedikitnya 17 orang tewas dan lebih dari 50 lainnya cedera setelah ledakan ganda menghantam pasar di kota Bamyan, ibukota provinsi Bamyan tengah Afghanistan.

"Angka terakhir menunjukkan 17 orang, termasuk seorang petugas polisi lalu lintas, tewas dan lebih dari 50 lainnya luka-luka. Beberapa orang yang terluka berada dalam kondisi kritis. Korban tewas bisa meningkat," kata seorang pejabat dari direktorat kesehatan provinsi kepada Xinhua tanpa menyebut nama, dilansir Rabu WIB.

Latif Azimi, juru bicara pemerintah provinsi, mengatakan sebelumnya bahwa ledakan yang disebabkan oleh bom rakitan pada Selasa itu terjadi dalam waktu yang sangat singkat di pasar utama kota yang ramai kira-kira pada pukul 16.30 waktu setempat.

Sumber tidak resmi mengatakan pasukan keamanan menangkap dua tersangka pria setelah insiden tersebut. Sejauh ini tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Kelompok militan Taliban membantah keterlibatannya dalam ledakan itu, yang terjadi di provinsi yang relatif damai, sekitar 200 km sebelah barat ibu kota negara itu, Kabul.

Warga sipil Afghanistan terus menanggung beban konflik bersenjata karena lebih dari 2.110 warga sipil tewas dan lebih dari 3.820 lainnya cedera akibat pertempuran di negara itu dalam sembilan bulan pertama tahun ini, menurut angka Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan (UNAMA). (xha/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top