Korsel Lanjutkan Kerja Sama Pertahanan dengan Pentagon di Bawah Pemerintahan Biden

"Korea Selatan dan otoritas pertahanan AS akan berusaha untuk mempertahankan postur pertahanan gabungan yang kuat untuk secara militer mendukung proses perdamaian di Semenanjung Korea," kata juru bicara kementerian Kolonel Moon Hong-sik.


Wakil Presiden AS, Joe Biden (kiri), bersama dengan cucunya, melihat Korea Utara melalui teropong selama kunjungan ke pos penjagaan di dekat Zona Demiliterisasi (DMZ), pada 8 Desember 2013 silam. (Foto: Yonhap)

SEOUL, IPHEDIA.com - Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel) berjanji untuk terus bekerja sama dengan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Biden yang akan datang guna mempertahankan postur kesiapan gabungan yang kuat untuk perdamaian di Semenanjung Korea.

"Korea Selatan dan otoritas pertahanan AS akan berusaha untuk mempertahankan postur pertahanan gabungan yang kuat untuk secara militer mendukung proses perdamaian di Semenanjung Korea," kata juru bicara kementerian Kolonel Moon Hong-sik pada pengarahan reguler, Senin.

Setelah membentuk gugus tugas yang dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan Park Jae-min, kementerian telah meninjau langkah-langkah kebijakan untuk sepenuhnya siap untuk kemungkinan perubahan pada masalah pertahanan antara kedua belah pihak, tambah Moon.

Masalah utama termasuk pemindahan kendali operasional masa perang (OPCON) pasukan Korea Selatan dari Washington ke Seoul, dan kemungkinan penyesuaian tingkat pasukan yang ditempatkan di Korea Selatan, meskipun kedua belah pihak mengatakan masalah tersebut belum secara resmi dibahas.

Korea Utara sementara ini belum menunjukkan gerakan militer yang tidak biasa hingga sekarang di tengah spekulasi bahwa negara komunis itu dapat mengambil tindakan provokatif, seperti peluncuran rudal, mengingat rekam jejaknya terdahulu ketika pemerintahan baru AS menjabat, kata Kepala Staf Gabungan (JCS), melansir Yonhap. (yhp/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top