Kerusuhan di Penjara Sri Lanka, 8 Orang Tewas dan Lebih dari 50 Luka-luka

Kerusuhan yang menelan korban jiwa itu terjadi ketika pihak berwenang mencoba untuk menghentikan protes atas meningkatnya infeksi virus corona di penjara-penjara yang penuh sesak di negara itu.




KOLOMBO, IPHEDIA.com - Sedikitnya delapan tahanan tewas dan lebih dari 50 lainnya cedera dalam bentrokan dengan penjaga di sebuah penjara Sri Lanka, kata para pejabat pada Senin.

Kerusuhan yang menelan korban jiwa itu terjadi ketika pihak berwenang mencoba untuk menghentikan protes atas meningkatnya infeksi virus corona di penjara-penjara yang penuh sesak di negara itu.

Sri Lanka telah menyaksikan peningkatan kasus virus corona dalam sebulan terakhir dan penjara yang terlalu padat di seluruh negeri telah melaporkan ribuan infeksi baru.

Narapidana telah melakukan protes dalam beberapa pekan terakhir menuntut peningkatan pengujian virus corona dan fasilitas isolasi baru untuk narapidana yang terinfeksi.

Bentrokan terbaru di penjara Mahara yang terletak di pinggiran ibu kota Kolombo dimulai pada Minggu ketika beberapa narapidana memprotes narapidana yang terinfeksi oleh virus Covid-19 yang dipindahkan dari fasilitas lain ke Mahara.

"Kami tidak dapat mengatakannya dengan pasti, tetapi sebagian besar kematian dan cedera tampaknya disebabkan oleh tembakan," kata Ajith Rohana, seorang pejabat senior polisi yang melacak insiden tersebut.

Ratusan polisi tambahan dikerahkan untuk membantu para penjaga dan memperkuat keamanan di penjara.

“Mayoritas narapidana yang terluka dalam bentrokan di penjara Mahara berada dalam kondisi kritis,” kata Shelton Perera, direktur Rumah Sakit Ragama tempat narapidana dari penjara tersebut menjalani perawatan, melansir Reuters. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top