Kakek Cabuli Tiga Anak di Bawah Umur Digelandang ke Polsek Gunungsugih

Penangkapan terhadap pelaku berawal dari laporan korbannya. Sesuai laporan sudah ada tiga korban, yang kesemuanya anak di bawah umur, masing-masing sebut saja namanya Bunga, Melati dan Mawar.




GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - Tak tahan menahan nafsunya, MK alias Mar (55) seorang kakek warga Dusun Sriwalyo II Rt 22 Rw 007 Kampung Buyut Ilir, Kecamatan Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, yang mencabuli anak di bawah umur akhirnya mendekam di balik jeruji besi.

"Pelaku kita tangkap di rumahnya," kata Kapolsek Gunungsugih, Iptu Widodo Rahayu, SH., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik., SH., Selasa.

Penangkapan terhadap pelaku berawal dari laporan korbannya. Sesuai laporan sudah ada tiga korban, yang kesemuanya anak di bawah umur, masing-masing sebut saja namanya Bunga, Melati dan Mawar.

Peristiwa itu tejadi pada Jumat, 20 November 2020, ketika para korban membeli jajan di rumah pelaku. Para korban diarahkan masuk ke rumahnya untuk melihat atau menonton TV di rumah pelaku.

Di dalam rumah telah disiapkan tikar dan bantal untuk Bunga dan Melati. Tidak lama kemudian datanglah Mawar. Setelah ketiga korban sudah tiduran, pelaku pun juga ikut tiduran. Kesempatan itu di manfaatkan oleh pelaku untuk melakukan perbuatan cabul terhadap mereka.

Saat melakukan aksinya, pelaku mengancam korban jangan berteriak. “Nanti saya pukul pakai sapu dan jangan bilang siapa–siapa," kata Widodo, menirukan ucapan pelaku kepada penyidik.

Dengan adanya kejadian tersebut, korban bercerita kepada orang tuanya karena dikemaluannya terasa sakit. Mendengar cerita dari anaknya, sontak tidak bisa menahan emosi dan membawa barang bukti orang tua korban langsung melaporkan kejadian yang menimpa anaknya ke Polsek Gunungsugih.  

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal persetubuhan terhadap anak di bawah umur dan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur, yakni pasal 76 D jo 81 dan 76 E jo 82 UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah Pengganti UU No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top