Jokowi Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional, Penerima Untuk Raden Mattaher dari Jambi Diwakili Keluarga

Raden Mattaher menjadi pejuang Jambi kedua yang mendapat gelar Pahlawan Nasional. Sebelumnya gelar yang sama dikukuhkan pemerintah untuk Sulthan Thaha Saifuddin.




JAKARTA / JAMBI, IPHEDIA.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh bangsa, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2020.

Dari keenam tokoh yang mendapat gelar pahlawan nasional itu, salah satunya Raden Mattaher Bin Pangeran Kusen Bin Adi dari Provinsi Jambi, yang penganugrahannya diwakili pihak keluarga panglima perang asal Jambi tersebut.

"Menganugerahkan gelar pahlawan nasional sebagai penghargaan dan penghormatan yang tinggi atas jasa-jasanya yang luar biasa," demikian bunyi Keppres 117 yang dibacakan oleh Plh Sekretaris Militer Presiden Brigjen TNI Basuki Nugroho dalam penganugerahan gelar pahlawan nasional di Istana Negara, Selasa pagi.

Penganugerahan gelar pahlawan nasional ini dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) nomor 117/TK/2020 yang ditandatangani Presiden Jokowi pada 6 November lalu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jambi, Arief Munandar, mengatakan penerimaan anugerah gelar Pahlawan Nasional untuk Raden Mattaher dari Presiden RI Joko Widodo, di Jakarta, diwakili oleh keluarga.

"Pihak keluarga menghadiri dan mewakili penerimaan gelar Pahlwan Nasional untuk Raden Mattaher," kata Arif Munandar, di Jambi, Selasa.

Raden Mattaher terlahir dengan nama Raden Mohammad Tahir, lahir di dusun Sekamis, Kasau Melintang Pauh, Air Hitam, Batin VI, Jambi, 1871 dan meninggal di Dusun Muaro Jambi pada 10 September 1907.

Raden Mattaher menjadi pejuang Jambi kedua yang mendapat gelar Pahlawan Nasional. Sebelumnya gelar yang sama dikukuhkan pemerintah untuk Sulthan Thaha Saifuddin.

Raden Mattaher yang dikenal dengan sebutan "Singo Kumpeh" ini salah seorang panglima perang Jambi pada masa pemerintahan Kesultanan Jambi di bawah pimpinan Sulthan Thaha.

Ia mencegat dan menenggelamkan kapal-kapal Belanda yang berlayar di aliran Sungai Batanghari. Aliran sungai dari Muara Tembesi hingga Nipah yang menjadi daerah perjuangannya.

Perlawanan Raden Mattaher sangat diperhitungkan oleh Belanda di Jambi. Setelah Sulthan Thaha wafat pada 1904, Raden Mattaher melanjutkan kepemimpinan perlawanan kepada Belanda.

Hingga akhirnya, Belanda melakukan penyerangan ke basis pertahanan Raden Mattaher dan pasukannya di kawasan Kumpeh, Muaro Jambi. Pejuang Jambi itu gugur pada hari Jum’at, waktu subuh, tanggal 10 September 1907 dan dimakamkan di komplek pemakaman raja-raja Jambi di tepi Danau Sipin Jambi. (man/ip/*)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top