Gubernur BI: Digitalisasi Kunci Pertumbuhan Ekonomi RI ke Depan

“Di sinilah transformasi digital yang digagas Presiden sangat bagus dan BI telah melakukan transformasi digital, khususnya di sistem pembayaran Indonesia,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo.


Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo (Foto: ANTARA/Tangkapan layar Tweeter @bankindonesia)

JAKARTA, IPHEDIA.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan digitalisasi merupakan kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan sehingga gagasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai transformasi digital harus didorong.

“Di sinilah transformasi digital yang digagas Presiden sangat bagus dan BI telah melakukan transformasi digital, khususnya di sistem pembayaran Indonesia,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam pembukaan Indonesia Fintech Summit 2020 di Jakarta, melansir Antara, Rabu.

Ia menyebut, pihaknya mengoptimalisasi potensi digitalisasi dengan meluncurkan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) pada tahun lalu yang hingga kini memiliki progres luar biasa.

“QRIS sekarang sudah lebih dari 5 juta merchant tersambung. Digital payment system menyambungkan inklusi keuangan ritel melalui QRIS,” ujar Gubernur BI.

Perry Warjiyo menjelaskan, QRIS juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan inklusi keuangan dan literasi keuangan karena poin utama untuk meningkatkannya adalah dengan adanya praktik secara langsung.

Ia mencatat, elektronifikasi transaksi meningkat, yaitu dapat dilihat dengan adanya 542 pemerintah daerah (pemda) mulai dari di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota yang telah melakukan elektronifikasi transaksi melalui QRIS.

“Literasi itu yang paling cepat adalah just do it. Artinya melakukan inklusi keuangan sekaligus literasi keuangan,” tegasnya.

Selain itu, Perry Warjiyo menuturkan BI juga melakukan digitalisasi perbankan melalui digital banking yang hingga saat ini telah ada partisipasi dari 15 bank.

Tak hanya berhenti di situ, pihaknya akan melakukan integrasi antara digital banking dengan fintech (financial technology) yang saat ini masih dalam proses penyambungan dengan membuat standarisasi melalui Application Programming Interface.

“Apapun yang diservis oleh open banking dan fintech akan tersambungkan melalui Application Programming Interface,” kata Gubernur BI itu.

Terakhir, Perry Warjiyo menyatakan pihaknya sedang membentuk Bank Indonesia Fast Payment dengan membangun ritel infrastruktur payment system yang tahun depan sudah mulai menyambungkan end to end melalui transaksi ritel pembayaran di infrastrukturnya. (ant/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top