Didakwa Atas Kejahatan Perang, Presiden Kosovo Hashim Thaci Mengundurkan Diri

"Saya mengundurkan diri hari ini dari posisi presiden," kata Thaci pada konferensi pers di ibu kota Kosovo, Pristina, seraya menambahkan bahwa sumbernya telah memberi tahu dia bahwa hakim di Kamar Spesialis (Specialist Chamber) Kosovo di Den Haag telah mengkonfirmasi dakwaannya. 


Presiden Kosovo yang mengundurkan diri, Hashim Thaci (Foto: Yahoo)

PRISTINA, IPHEDIA.com - Presiden Kosovo, Hashim Thaci, mengundurkan diri pada Kamis setelah mengetahui bahwa pengadilan kejahatan perang Kosovo telah mengonfirmasi dakwaannya atas kejahatan perang.

"Saya mengundurkan diri hari ini dari posisi presiden," kata Thaci pada konferensi pers di ibu kota Kosovo, Pristina, seraya menambahkan bahwa sumbernya telah memberi tahu dia bahwa hakim di Kamar Spesialis (Specialist Chamber) Kosovo di Den Haag telah mengkonfirmasi dakwaannya.

"Dia tidak akan mengizinkan saya untuk hadir di pengadilan sebagai presiden, oleh karena itu, untuk melindungi integritas negara, saya mengundurkan diri hari ini," kata Tachi, melansir Reuters.

Dia mengatakan bahwa ketua parlemen Kosovo akan menjadi penjabat presiden sampai yang baru terpilih.

Pada bulan Juli, Tachi, yang merupakan mantan komandan senior kelompok gerilya Tentara Pembebasan Kosovo (KLA), bertemu dengan jaksa penuntut di Den Haag untuk membahas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan selama pemberontakan Kosovo 1998-1999 melawan pemerintahan Serbia.

Jaksa menuntut Thaci bertanggung jawab atas hampir 100 pembunuhan warga sipil selama perang. Dia menyangkal melakukan kesalahan.

Kamar Spesialis didirikan di Den Haag pada tahun 2015 untuk menangani kasus-kasus dugaan kejahatan oleh gerilyawan KLA selama perang yang menyebabkan kemerdekaan Kosovo dari Serbia satu dekade kemudian. Pengadilan diatur oleh hukum Kosovo tetapi dikelola oleh hakim dan jaksa internasional. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top