Biden Sebut AS dan Sekutu Perlu Tetapkan Aturan Perdagangan Global Melawan Pengaruh China

Biden mengatakan dia memiliki rencana perdagangan terperinci yang akan dia diskusikan pada 21 Januari 2021, sehari setelah dia akan dilantik.


Presiden terpilih AS, Joe Biden (Foto: Reuters)

WASHINGTON, IPHEDIA.com - Presiden terpilih AS, Joe Biden, mengatakan pada Senin bahwa Amerika Serikat perlu bernegosiasi dengan sekutunya untuk menetapkan aturan perdagangan global guna melawan pengaruh China yang tumbuh.

Meski demikian Biden menolak untuk mengatakan apakah dia akan bergabung dengan pakta perdagangan Asia baru yang didukung China yang ditandatangani Minggu.

Ditanya pada konferensi pers di Wilmington, Delaware, apakah Amerika Serikat akan bergabung dengan perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional 15 negara yang berfokus pada Asia, Biden mengatakan dia belum dapat membahas kebijakan perdagangan AS karena dia belum menjabat dan hanya ada satu presiden pada suatu waktu.

"Kami membuat 25% dari ekonomi di dunia," kata Biden tentang Amerika Serikat, melansir Reuters. “Kita perlu selaras dengan negara demokrasi lain, 25% lainnya atau lebih sehingga kita dapat menetapkan aturannya,” tambahnya.

Penandatanganan RCEP pada pertemuan puncak regional di Hanoi menciptakan perjanjian perdagangan terbesar di dunia, yang mencakup 30% ekonomi global dan 30% populasi global, dan bergabung untuk pertama kalinya kekuatan Asia di China, Jepang dan Korea Selatan.

Ini juga menandai kemunduran lain bagi pengaruh AS di kawasan itu setelah Presiden Donald Trump pada 2017 keluar dari pakta perdagangan Trans-Pacific Partnership (TPP) 12 negara yang dinegosiasikan saat Biden menjadi wakil presiden.

Biden mengatakan dia memiliki rencana perdagangan terperinci yang akan dia diskusikan pada 21 Januari 2021, sehari setelah dia akan dilantik. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top