Twitter Hapus 130 Akun yang Mengganggu Selama Debat Trump-Biden

Akun-akun tersebut memiliki keterlibatan yang sangat rendah dan tidak berdampak pada percakapan publik, kata raksasa media sosial itu, seraya menambahkan bahwa akun dan kontennya akan dipublikasikan secara penuh setelah penyelidikan selesai.




SAN FRANSISCO, IPHEDIA.com - Twitter telah menghapus 130 akun, karena mereka mencoba mengganggu percakapan publik selama debat presiden AS pertama antara Presiden Donald Trump dan Joe Biden.

Twitter menghapus akun yang tampaknya berasal dari Iran, "berdasarkan intel" yang disediakan oleh Biro Investigasi Federal (FBI) AS, katanya dalam tweet tersebut, melansir Reuters.

Akun-akun tersebut memiliki keterlibatan yang sangat rendah dan tidak berdampak pada percakapan publik, kata raksasa media sosial itu, seraya menambahkan bahwa akun dan kontennya akan dipublikasikan secara penuh setelah penyelidikan selesai.

Minggu lalu, Twitter mengatakan bekerja dengan Facebook untuk mengidentifikasi dan menghapus 350 akun yang dapat digunakan oleh dinas intelijen Rusia untuk membocorkan dokumen yang diretas sebagai bagian dari upaya mengganggu pemilu AS.

Kedua perusahaan tersebut mengatakan salah satu jaringan telah diidentifikasi menyusul tip dari FBI, yang memperingatkan bahwa aktor asing dan penjahat dunia maya kemungkinan besar menyebarkan disinformasi tentang hasil pemilu 3 November.

Selama dua tahun terakhir, sejak pemilu paruh waktu AS 2018, pejabat senior intelijen AS telah secara terbuka meramalkan bahwa peretas yang terkait dengan Rusia, China, Iran, dan Korea Utara akan berupaya menargetkan pemilu presiden AS 2020.

Perusahaan media sosial telah lama berada di bawah tekanan untuk memerangi kesalahan informasi setelah badan intelijen AS memutuskan Rusia menggunakan platform mereka untuk ikut campur dalam pemungutan suara 2016. Namun, tuduhan itu dibantah Moskow. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top