Suami Lakukan KDRT Terhadap Istri Ditangkap Polsek Padangratu

"Penangkapan terhadap pelaku berawal dari laporan Suparmi (49) istri pelaku ke Polsek Padangratu," ujar Kapolsek Padangratu, Kompol Muslikh, mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik., SH., di Padangratu, Rabu.




PADANGRATU, IPHEDIA.com - Gara-gara merasa tidak dihargai saat mertuanya meninggal dunia, Sariyo alias SRY (44) warga Kampung Kuripan, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung ini, tega melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya.

"Penangkapan terhadap pelaku berawal dari laporan Suparmi (49) istri pelaku ke Polsek Padangratu," ujar Kapolsek Padangratu, Kompol Muslikh, mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik., SH., di Padangratu, Rabu.

Dugaan penganiayaan ini, menurut korban terjadi pada Jum'at pekan lalu sekira pukul 07.30 WIB di rumahnya. Awalnya, pelaku SRY merasa tidak dihargai setelah orang tua korban meninggal dan segala sesuatunya tidak diserahkan kepada suami korban.

"Pelaku juga mengancam akan membunuh korban setelah 40 hari orang tua korban meninggal," kata Muslikh, berdasarkan keterangan korban.

Korban dianiaya pelaku SRY dengan cara dicekik dan mukanya dipukul berulang kali hingga terjatuh. Kemudian, kepala korban dibenturkan ke tembok hingga korban terjatuh kembali. Tak hanya itu, pelaku juga menginjak pinggang dan tangan korban dengan kaki memakai sepatu boot.

Setelah menganiaya istrinya, pelaku pergi menghampiri anaknya di dalam kamar yang hanya bisa menjerit saja sambil berbaring karena kondisinya juga sedang sakit.

Mendengar suara dan jeritan di rumah korban, kemudian banyak tetangga yang datang dan menolong istri pelaku dan membawanya untuk berobat.

"Dari laporan korban, polisi langsung menindalanjuti dan menangkap pelaku SRY di rumahnya guna penyidikan lebih lanjut," terang Muslikh.      

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku SRY dijerat dengan pasal kekerasan dalam rumah tangga atau Penganiayaan sesuai Pasal 44 UU RI Nomor 23 Tahun 2004 atau Pasal 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (Bi2t/ Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top