Soal Perbedaan Hasil Tes Loekman, Relawan Serdadu Angkat Bicara

Setelah beberapa hari kemudian muncul berita bahwa Loekman Djoyosoemarto di bawa ke RS Mayapada Jakarta dan dinyatakan negatif dari terpapar Covid-19. Hal ini sempat menimbulkan kecurigaan di masyarakat tentang akurasi alat tes di antara kedua rumah sakit tersebut.




GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - Beberapa waktu lalu masyarakat Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Provinsi Lampung, digegerkan dengan berita Loekman Djoyosoemarto yang merupakan bupati nonaktif dan juga bakal calon bupati (Balonbup) Lamteng yang dinyatakan positif Covid-19 dan dirawat di RSUD Demang Sepulau Raya di Lampung Tengah.

Setelah beberapa hari kemudian muncul berita bahwa Loekman Djoyosoemarto di bawa ke RS Mayapada Jakarta dan dinyatakan negatif dari terpapar Covid-19. Hal ini sempat menimbulkan kecurigaan di masyarakat tentang akurasi alat test di antara kedua rumah sakit tersebut.

Belum reda kecurigaan masyarakat, kini beredar video Loekman Djoyosoemarto yang terlihat sangat lemah sambil memakai ventilator (alat bantu pernafasan) seraya menyatakan dirinya negatif Covid-19.

Menyikapi hal ini, Relawan Pemenangan Utama Musa Ahmad dan Ardito Wijaya, Serdadu (Serikat Pemuda Hindu), angkat bicara. Sekretaris Serdadu, I Gede Hendra Juliana, menyatakan keheranannya terhadap berita kontradiktif yang muncul beriringan terkait kondisi Loekman Djoyosoemarto.

"Saya heran hasil tes swap PCR kok bisa beda-beda, artinya salah satunya ada yang tidak akurat. Lalu, masyarakat yang di tes selama ini gimana? Bisa jadi orangnya negatif tapi dikatakan positif ataupun sebaliknya. Seperti Pak Loekman itu, saya sedih melihatnya, beliau itu sahabat kami," ungkap Hendra kepada awak media, Kamis.

Terkait beredarnya video Loekman yang menyatakan dirinya negatif Covid-19 dalam keadaan memakai ventilator, Hendra menyatakan kesedihannya sekaligus heran.

"Saya sudah lihat video yang beredar itu, saya juga heran, kok hasilnya negatif tapi beliau malah pakai alat bantu nafas dan terlihat sangat lemas ya. Tapi, ya sudah, saya minta kita jangan berspekulasi. Bagi saya tidak penting urusan pilkada ini. Bang Loekman itu sahabat saya, mari kita doakan agar beliau kembali sehat dan bugar," kata aktivis pemuda Lampung ini.

Hendra mengingatkan bahwa pemerintah dan masyarakat berserah penuh pada alat tes Swap PCR yang dianggap akurat, maka dirinya mendorong agar segera dicari tahu letak kesalahan sehingga tidak terjadi hasil kontradiktif yang merugikan semua pihak.

"Kalau hasil awal negatif, lalu di tes lagi positif, itu wajar. Ini hasil tes awal positif, lalu di tes lagi negatif, ini namanya sulap. Kita jangan anggap sepele, sebab pemerintah dan masyarakat berserah diri penuh pada tes PCR tersebut. Pada muaranya yang dirugikan adalah masyarakat, dan itu tidak boleh terjadi," tutupnya. (Bibit S/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top