Rusia, Prancis dan AS Serukan Gencatan Senjata di Wilayah Nagorno-Karabakh

Dalam pernyataan bersama yang diterbitkan oleh kementerian, Lavrov, Le Drian dan Pompeo, mewakili Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) negara-negara Ketua Bersama Grup Minsk, mengutuk dengan tegas peningkatan kekerasan di Nagorno, zona konflik -Karabakh dan sekitarnya.


Foto: Xinhuanet


MOSKOW, IPHEDIA.com - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyerukan gencatan senjata di wilayah Nagorno-Karabakh, kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

Dalam pernyataan bersama yang diterbitkan oleh kementerian, Lavrov, Le Drian dan Pompeo, mewakili Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) negara-negara Ketua Bersama Grup Minsk, Senin waktu setempat, mengutuk dengan tegas peningkatan kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan berbahaya di Nagorno, zona konflik -Karabakh dan sekitarnya.

Mereka menekankan bahwa serangan baru-baru ini, yang diduga menargetkan sasaran sipil, baik di sepanjang garis kontak maupun di wilayah Azerbaijan dan Armenia di luar zona konflik Nagorno-Karabakh, menimbulkan ancaman yang tidak dapat diterima terhadap stabilitas di wilayah tersebut, menurut pernyataan itu, melansir Xinhuanet, Selasa WIB.

"Merujuk pada pernyataan yang dibuat oleh presiden negara-negara Ketua Bersama OSCE Minsk Group pada 1 Oktober, tiga diplomat terkemuka sekali lagi menyerukan kepada pihak-pihak yang bertikai untuk segera dan tanpa syarat datang ke gencatan senjata," katanya.

Pertempuran masih berlangsung di sepanjang garis kontak wilayah Nagorno-Karabakh. Armenia dan Azerbaijan telah berselisih tentang wilayah pegunungan Nagorno-Karabakh sejak 1988. Pembicaraan damai telah diadakan sejak 1994 ketika gencatan senjata tercapai, tetapi sesekali terjadi bentrokan kecil. (xna/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top