Ribuan Warga Israel Lakukan Protes Abaikan Lockdown Minta Netanyahu Mundur

Protes jalanan pada Sabtu dan Minggu, hanya tiga hari setelah parlemen menyetujui dekrit untuk membatasi ruang lingkup demonstrasi semacam itu. Pemprotes terus menekan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengundurkan diri.




TEL AVIV, IPHEDIA.com - Ribuan warga Israel telah melakukan protes di seluruh negeri selama 15 minggu berturut-turut, melanggar undang-undang baru yang mengekang demonstrasi anti-pemerintah selama lockdown virus corona.

Protes jalanan pada Sabtu dan Minggu, hanya tiga hari setelah parlemen menyetujui dekrit untuk membatasi ruang lingkup demonstrasi semacam itu.

Pemprotes terus menekan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mengundurkan diri karena buruknya penanganan terhadap krisis virus corona, serta tuduhan korupsi, Namun, Netanyahu menyangkal tuduhan itu.

Netanyahu diadili karena penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan. Dia membantah melakukan kesalahan.

Hukum Israel tidak memaksa seorang perdana menteri untuk mundur setelah didakwa, memicu kemarahan dan protes pada saat negara itu juga bergulat dengan pandemi.

Para kritikus menyebut undang-undang baru di negara itu sebagai pukulan bagi kebebasan berbicara. Kebanyakan protes pada Sabtu malam dan Minggu kecil dan tersebar di seluruh negeri, meskipun ribuan orang berkumpul di Tel Aviv.

Sejumlah kecil pengunjuk rasa bentrok dengan polisi dan mencoba memblokir jalan-jalan kota. Menurut laporan berita, mengutip Aljazeera, antara 15 hingga 20 orang ditangkap oleh polisi.

Israel telah menutup sebagian besar ekonominya dan menginstruksikan orang-orang untuk tetap dalam jarak satu kilometer dari rumah mereka bila memungkinkan dalam upaya menahan gelombang kedua infeksi virus corona.

Hingga Minggu, Israel telah mencatat lebih dari 264.000 infeksi, di mana lebih dari 191.000 telah pulih, sementara jumlah kematian telah mencapai hampir 1.700 dari populasi sembilan juta penduduk negara ini. (alj/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top