Gabungan LSM, Ormas, Mahasiswa dan Serikat Pekerja Demo di DPRD Lamteng Tolak RUU Cipta Kerja

Puluhan massa gabungan tolak pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja itu, terdiri dari PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ormas LSM GM Lampung Tengah, Ormas Gema Masyarakat Lokal (GML) Lampung Tengah dan SPSI Lampung Tengah. 




GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - Puluhan massa gabungan LSM, Ormas, mahasiswa dan Serikat Pekerja melakukan unjuk rasa damai menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, Senin.

Puluhan massa gabungan tolak pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja itu, terdiri dari PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ormas LSM GM Lampung Tengah, Ormas Gema Masyarakat Lokal (GML) Lampung Tengah dan SPSI Lampung Tengah.

Sebelum berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Lamteng, massa berkumpul di Kantor PCNU Lampung Tengah di Seputihjaya, dilanjutkan berkumpul di Tugu Pepadun Gunungsugih, lalu menuju Gedung DPRD setempat untuk melakukan orasi.

Unjuk rasa dari (PMII) Lampung Tengah dipimpin oleh Syarif Hidayatullah dan Indra Jaya, Heri serta Ishak, masing-masing Ketua SM GMBI Lamteng, Ormas (GML), SPSI dan PMII. Dalam orasinya, salah satu pimpinan pendemo, Ishak, menginginkan ketegasan dari DPRD untuk menolak UU Cipta Kerja sebelum disahkan.

"Kami sudah tidak percaya dengan Mahkamah Konstitusi, dan meminta agar dibuatkan surat penolakan UU Cipta Kerja dengan dasar surat permohonan keberatan adanya UU Omnibus Law dari peserta aksi kepada pihak DPRD Kabupaten Lampung Tengah," ujar Ishak.

Sebelumnya, Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik., SH., menyambut masa pendemo dan memberikan arahan kepada peserta aksi. "Kami minta peserta aksi agar tidak melakukan kegiatan anarkis dan tetap menjaga situasi yang aman kondusif," tegas AKBP Popon.

Dalam pengamanan unjuk rasa damai ini, Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, didampingi Kabag Ops Kompol Juli Sundara, A.Md., menurunkan pasukan, terdiri dari personil Polres Lamteng, anggota Kodim 0411 Lamteng, personel Polsek Jajaran Polres Lamteng, personel Sat Pol PP dan Dishub Lamteng.

Di kesempatan aksi ini, pengunjuk rasa diterima oleh Wakil Ketua DPRD Lamteng, Firdaus Ali, S.Sos., dan menyatakan bahwa surat aspirasi sudah dikirimkan ke pemerintah pusat pada tanggal 19 Agustus 2020.

"Terkait menolak RUU Cipta Kerja (Omnibuslaw) wewenang kami dengan lingkup terbatas dan sudah kami kirimkan rekomendasi ke pemerintah pusat. Semua keputusan ada pada pemerintah pusat," kata Firdaus.

Setelah bernegosiasi, aksi unjuk rasa berakhir damai dan mereka membubarkan diri meninggalkan Gedung DPRD Lamteng. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top