Presiden Duterte Perintahkan Penyelidikan Korupsi di Seluruh Lembaga Negara Bagian di Filipina

Duterte pada Selasa mengeluarkan memorandum yang memerintahkan kementerian kehakiman untuk menyelidiki anomali di badan-badan negara sampai akhir masa jabatannya pada tahun 2022. 


Presiden Filipina, Rodrigo Duterte (Foto: Reuters)

MANILA, IPHEDIA.com - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengakui bahwa negaranya terus "diganggu" oleh korupsi dan memerintahkan kementerian kehakiman untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap korupsi di semua badan pemerintah negara itu.

Pada 2016, Duterte memenangkan kampanye kepresidenan dengan janji memerangi korupsi, kejahatan, dan obat-obatan terlarang.

Tetapi pemerintahannya telah dirundung oleh skandal dan tuduhan korupsi dan ditutup-tutupi di lembaga negara mulai dari penjara, perusahaan asuransi negara, imigrasi, bandara dan bea cukai, hingga polisi dan badan penegakan obat-obatan, beberapa di antaranya menyebabkan dakwaan atau hukuman tinggi.

Duterte pada Selasa mengeluarkan memorandum yang memerintahkan kementerian kehakiman untuk menyelidiki anomali di badan-badan negara sampai akhir masa jabatannya pada tahun 2022. Ini memberi kementerian kekuasaan untuk memutuskan tuduhan apa yang akan diselidiki dan untuk bekerja dengan badan-badan lain.

“Negara ini terus dilanda korupsi,” kata Duterte dalam pidato nasional yang disiarkan televisi, melansir Reuters. “Sampai saat ini tidak melemah, malah semakin kuat,” katanya sambil berjanji akan memfokuskan sisa masa jabatannya pada pemberantasan korupsi.

Filipina turun 14 tingkat ke posisi 113 di antara 180 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi Transparency International tahun lalu.

Duterte tidak memenuhi syarat untuk dipilih kembali, tetapi memenuhi janji kampanyenya tentang korupsi dapat membantu peluang penggantinya yang dipilih dalam pemilihan 2022.

Sekretaris kehakiman berjanji pada Selasa bahwa kementeriannya akan bekerja dengan lembaga pemerintah lainnya dalam penyelidikan.

"Ini akan sangat membantu kami jika pegawai pemerintah itu sendiri dan orang-orang yang mereka tangani akan maju dan memberi kami informasi yang diperlukan untuk mengungkap kegiatan korupsi dan mengidentifikasi pelakunya," kata Sekretaris Kehakiman Menardo Guevarra kepada wartawan. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top