Polsek Terbanggibesar Ringkus Tiga Pelaku Pembobol ATM Centre PT GGF

"Para pelaku di tangkap berawal Informasi dari masyarakat bahwa ada pelaku yang mencurigakan di Mesin ATM di area ATM Centre PT GGF Terbanggibesar," ujar Kapolsek Terbanggibesar, Kompol Sutana Yusuf, mewakili Kapolres Lamteng, AKBP Popon Ardianto Sunggoro.




TERBANGGIBESAR, IPHEDIA.com - Jajaran Polsek Terbanggibesar menangkap tiga pelaku sindikat pembobol Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Centre PT GGF di Terbanggibesar, Kecamatan Terbanggibesar, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

"Para pelaku di tangkap berawal Informasi dari masyarakat bahwa ada pelaku yang mencurigakan di Mesin ATM di area ATM Centre PT GGF Terbanggibesar," ujar Kapolsek Terbanggibesar, Kompol Sutana Yusuf, mewakili Kapolres Lamteng, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, Jumat.

Kawanan pembobol ATM yang ditangkap Kamis, 29 Oktober 2020 sekira pukul 13.00 WIB itu, otak pelakunya berinisial LAK (19) warga Perum Antariksa Permai blok E 2/01 Rt 03 Rw 01 Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.

Di Lampung, inisial LAK ini bertempat di Desa Karangagung Rt 001 Rw 004 Kecamatan Semangka, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Untuk pelaku kedua berinisial FP warga Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandarlampung yang berperan mengawasi sekelilingnya.

Sementara, pelaku ketiga berinisial SJ warga Jalan Yos Sudarso Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumiwaras, Kota Bandarlampung, yang berperan sebagai sopir.

Modus pelaku yang berjumlah tiga orang ini dengan mengendarai kendaraan mobil mendatangi mesin ATM dengan membawa alat berupa pinset atau jepitan dan kartu ATM BRI, lalu 1 orang pelaku menunggu di dalam mobil dan 1 pelaku lagi menunggu di depan pintu masuk ATM untuk mengalihkan perhatian orang di sekelingnya.

Selanjutnya, pelaku masuk ke dalam, memasukkan kartu ATM BRI dan nominal uang sesuai dengan isi kartu ATM miliknya. Saat bagian pengeluaran uang terbuka, pelaku mematikan mesin (power off) mesin ATM, lalu dengan menggunakan alat penjepit berupa pinset pelaku mengambil uang dari mesin tersebut.

Setelah itu, pelaku menghidupkan kembali power on sehingga kartu ATM miliknya keluar dari mesin namun isi uang ATM-nya tidak berkurang atau terdebit. Namun, gerak-gerik pelaku ada yang mengawasi dan melaporkannya ke Polsek Terbanggibesar.

Setelah ketiga pelaku ditangkap, anggota Polsek Terbanggibesar dipimpin Panit Reskrim Iptu Anwar Halusi yang ada di lokasi kemudian menghubungi pihak BRI untuk melihat dan mengaudit berapa kerugian yang dilakukan oleh ketiga pelaku ini.

Dari kawanan pembobol ATM ini, polisi mengamankan barang bukti, berupa 1 unit mobil Daihatsu Sigra warna Silver Nopol BE-1407-YI, 1 lembar kartu ATM BRI warna biru, 1 alat penjepit/pinset serta uang hasil kejahatan dari mesin ATM sejumlah Rp1.200.000.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana atau turut serta 55,56 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top