Petani Keluhkan Harga Gabah Kering yang Murah, Ini Kata Ketua DPRD Mesuji

Dalam postingannya di media sosial Facebook, Hj Elvianah, Rabu, mengatakan, dengan keadaan seperti ini pemerintah daerah harus turun tangan untuk melakukan pembelian beras seperti tahun sebelumnya pada tahun 2017-2018. 




MESUJI, IPHEDIA.com - Petani di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, mengeluhkan hasil panen jual gabah kering yang hanya Rp3.800 per kilogramnya dan tidak sesuai dengan biaya produksi.

Keluhan petani ini kemudian mendapat respon dari Ketua DPRD Mesuji, Hj Elvianah. Dalam postingannya di media sosial Facebook, Hj Elvianah, Rabu, mengatakan, dengan keadaan seperti ini pemerintah daerah harus turun tangan untuk melakukan pembelian beras seperti tahun sebelumnya pada tahun 2017-2018.

Menurutnya, untuk membantu kestabilan harga gabah kering, pemerintah harus mencarikan terobosan agar beras hasil panen petani di wilayah tersebut di arahkan untuk dijual pemerintah daerah seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang setiap bulannya diwajibkan untuk membeli beras milik petani yang sudah di koordinir oleh masing-masing Organisasi Pemerintah Daerah (OPD).

Selain itu, perangkat desa serta guru honorer dan warung-warung juga diwajibkan untuk membeli beras milik petani. "Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, pemerintah daerah Kabupaten Mesuji harus hadir di tengah kesulitan rakyat atau petani," ujar Elviana.

Dari pantauan Iphedia.com, saat ini panen raya petani sudah dimulai di beberapa wilayah Kecamatan Mesuji Timur dan Rawa Jitu Utara, Kabupaten Mesuji. (Muslim/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top