Nasipnya Kini, Keindahan Ancol Beach Tinggal Sejarah

Seharusnya, pemerintah daerah dapat melakukan pembenahan ditempat wisata tersebut, ini malah dibiarkan hancur sampai tidak terurus lagi. "Jadi, dana yang (diduga) miliaran dibangun di lokasi itu sia-sia saja," cetus Roby.


Foto: David / Iphedia.com


TANJAB BARAT, IPHEDIA.com - Taman Ancol Beach yang dulu dibanggakan oleh masyarakat Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Provinsi Jambi, untuk dijadikan tempat bersantai dan berkreasi kini kondisinya sungguh sangat memprihatinkan.

Bahkan, hampir semua fasiltas yang ada di lokasi itu semua tidak layak dipergunakan. Dengan begitu seharusnya pemerintah daerah mempunyai selusi yang terbaik untuk Ancol Beach, ini malah kondisinya dibiarkan begitu saja.

Istilah bahasa, ada apa sebenarnya dengan pemerintahan daerah ini, sebelumnya di lokasi tersebut diduga banyak menelan biaya untuk pembangunannya, namun sekarang dibiarkan begitu saja.

Dari hasil pantauan di lapangan, sudah jelas terlihat tempat kedai (tempat fasiltas pedagang) banyak yang hancur, lantai yang dulu dihiasi dengan keramik hancur semua dimakan usia serta rumput ilalang menyelimuti semua yang ada fasiltas yang tersedia di ancol tersebut.

Roby, salah satu pengunjung saat disambangi awak media terkait akan kondisi Taman Ancol Beach tersebut mengatakan, ia pengunjung sangat prihatin dengan kondisinya sekarang ini. Pasalnya, tempat ini dulunya begitu indah dan nyaman akan dikunjungi, namun sekarang tempat ini hanyalah tinggal sejarah.

"Bagaimana kita tidak merasa prihatin, dilihat dari kondisinya saja kita takut untuk datang ke sana, seperti tempat tidak ada penghuninya," ujar dia.

Diakuinya, seharusnya pemerintah daerah dapat melakukan pembenahan di tempat wisata tersebut, ini malah dibiarkan hancur sampai tidak terurus lagi. "Jadi, dana yang (diduga) miliaran dibangun di lokasi itu sia-sia saja," cetus Roby, Selasa.

Hal senada juga sampaikan pengunjung lainnya, Amir. Ia merasa sedih sekali tempat ini hanyalah tinggal kenangan bagi masyarakat Kuala Tungkal untuk berekreasi.

"Kita berharap Pemda bisa memberikan yang terbaik, karena di lokasi tersebut para pedagang ada yang mencari nafkah untuk menghidupkan keluarganya," ucapnya. (Vid/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top