Mentan Hadiri Panen Raya dan Louncing Program Kartu Petani Berjaya di Lampung

"PKPB merupakan sebuah terobosan untuk mengakomodir semua kebutuhan petani," ujar Mentan usai menghadiri peluncuran program kartu petani berjaya.




TRIMURJO, IPHEDIA.com - Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo, didampingi Anggota DPR RI Komisi II, Hanan A Razak, melakukan kunjungan kerja ke Dusun IV Kampung Tempuran, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, dalam rangka panen raya dan louncing Program Kartu Petani Berjaya (PKPB), Selasa.

"PKPB merupakan sebuah terobosan untuk mengakomodir semua kebutuhan petani," ujar Mentan usai menghadiri peluncuran program kartu petani berjaya.

Ia mengatakan, program yang diluncurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung ini bisa menjadi percontohan dalam peningkatan kesejahteraan petani dalam skala nasional.

Menurutnya, melalui kartu petani berjaya banyak manfaat yang diperoleh petani. Salah satunya, memberikan dukungan yang maksimal kepada petani sesuai dengan arahan presiden.

Melalui kartu tersebut, ujar dia, petani peserta keanggotaan akan dipermudah akses permodalan, meningkatkan produktivitas pertanian, peningkatan mutu dan harga jual. Dengan kartu ini hasil petani juga dapat lebih terjamin.

Kedatangan rombongan Mentan di Trimurjo diterima Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, Wakil Gubernur Chusnunia Chalim, dan Kapolda Lampung, Irjen Pol Purwadi Ariyanto, Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Toto Jumariono, Forkopimda Provinsi Lampung, Bupati/Wali Kota se-Lampung, Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto, Dandim 0411/LT Letkol Inf Andri Hadianto serta undangan lain.

Sebelum peluncuran PKPB, Mentan bersama Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, dan Wagub Chusnunia Chalim, mencoba mengoperasikan mesin panen padi otomatis. Selain menghadiri peluncuran PKBP Menteri Pertanian, Gubernur Lampung beserta jajaran menyempatkan diri hadir dalam panen raya di areal persawahan di Trimurjo. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top