Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Pemkab Lamteng Gelar Operasi Yustisia Besar-Besaran

Pemkab Lamteng telah membentuk lima tim Operasi Yustisi yang akan ditugaskan di sejumlah tempat-tempat umum. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menekan lonjakan penularan atau penyebaran Covid-19 yang terus meningkat di Kabupaten Lampung Tengah.


Asisten lll Bidang Admistrasi Umum Pemkab Lamteng, Sarjito


GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - Asisten lll Bidang Admistrasi Umum, sekaligus Ketua Tim juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Sarjito mengatakan, Pemkab Lamteng, Provinsi Lampung, akan menggelar Operasi Yustisia secara besar-besaran, Selasa.

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Lamteng telah membentuk lima tim Operasi Yustisi yang akan ditugaskan di sejumlah tempat-tempat umum.

Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menekan lonjakan penularan atau penyebaran Covid-19 yang terus meningkat di Kabupaten Lampung Tengah.

"Pelaksanaan di lapangan rencananya akan dibagi lima tim. Kita akan gelar Operasi Yustisia besar-besaran,” kata Sarjito, dalam keterangannya diterima IPHEDIA.com, di Gunungsugih, Minggu.

Ia menyebut, tim tersebut akan dipimpin Pejajat sementara (Pjs) Bupati Adi Erlansyah, Pj Sekkab Hannibal, Kapolres AKBP Popon Ardianto Sunggoro, Dandim 0411 Letkol Inf. Andri Hadiyanto, dan Kajari M Mansyur Majdid.

Menurut Asisten lll Bidang Admistrasi Umum itu, sasaran dan target Operasi Yustisi adalah warga pelanggar protokol kesehatan (Prokes), yang tidak menggunakan masker jika keluar rumah. “Kami menghimbau warga agar selalu menjaga jarak, rajin mencuci tangan,” imbaunya.

Oleh karena itu, seperti hotel, rumah makan, toko-toko, pasar atau tempat-tempat umum lainnya harus menyediakan tempat mencuci tangan. Sanksi penegakan disiplin prokes bagi pelanggar sementara hanya sebatas teguran, membersihkan tempat umum, dan sanksi fisik.

“Untuk sanksinya sebatas teguran, sanksi fisiknya membersihkan tempat umum, dan push up,” terangnya.

Kata Sarjito, hingga saat ini belum ada sanksi denda yang diberlakukan. “Belum ada sanksi denda, dan memang belum diberlakukan. Karena akan dibahas kembali bersama DPRD Lamteng untuk dibuat Perda. Apabila Perdanya sudah ada sanksi denda bisa dijalankan,” imbuhnya.

Sebelumnya, terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Lamteng, setidaknya telah mencapai 171 kasus. Sebanyak 111 orang dinyatakan sembuh, 56 orang isolasi rumah sakit dan mandiri, serta 4 orang meninggal dunia. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top