Jelang Pilkada, Forkopimcam Seputihmataram Tutup Sejumlah Lapo Tuak

Penutupan lapo tuak ini dalam upaya meminimalisir terjadinya hal-hal negatif dari pengaruh minuman beralkohol menjelang pilkada yang akan dilaksanakan 9 Desember mendatang.




SEPUTIHMATARAM, IPHEDIA.com - Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Seputihmataram, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, melakukan penutupan sejumlah lapo tuak --tempat penjualan minuman beralkohol tradisional hasil fermentasi-- yang ada di kecamatan setempat.

Penutupan lapo tuak ini dalam upaya meminimalisir terjadinya hal-hal negatif dari pengaruh minuman beralkohol menjelang pilkada yang akan dilaksanakan 9 Desember mendatang.

"Kita meminta mereka untuk menutup lapo tuak. Jika mereka masih saja membangkang, kami akan bersikap lebih tegas lagi kepada mereka," ujar Camat Seputihmataram, Eko Meidianto, kepada IPHEDIA.com, Rabu.

Camat Seputihmataram mengatakan, pihaknya turun langsung pada Selasa malam memberikan peringatan terhadap mereka (penjual) untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

Menurut Eko, beberapa peristiwa yang telah terjadi beberapa waktu lalu, salah satunya pencabulan yang terjadi, akibat pengaruh minuman beralkohol. Atas peringatan ini, para pemilik lapo pun menyanggupi untuk menutup tempat usahanya yang tanpa izin itu.

"Saya juga sudah meminta kepada para kepala kampung untuk mengawasi dan menghimbau kepada warganya yang membuka lapo tuak untuk tutup. Kami tetap akan terus memantau dan mengecek lapo-lapo yang ada di wilayah ini. Jika mereka masih beroprasi kami akan bertindak lebih tegas," ujarnya.

Kapolsek Seputihmataram, Iptu Jepri menyebutkan, gangguan keamanan dan potensi terjadinya tindak pidana kriminalitas salah satunya bermula dari lapo tuak.

"Kita berharap apa yang sudah disampaikan oleh Pak Camat dipatuhi, jangan sampai besok malam masih nekat beroprasi, kami akan bertindak," tegasnya.

Sementara itu, Komandan Koramil Seputihmataram, Peltu Johan, juga memberikan arahan terhadap pemilik dan pembeli tuak di daerah ini.

"Apa yang kita perbuat akan dipertanggung jawabkan nantinya di hadapan Sang Pencipta, maka pikirkan dan renungkan dari hati ke hati," terangnya kepada masyarakat yang berada di lapo tuak.

Dihadapan Forkopimcam, Kopran salah satu pemilik lapo tuak di Kampung Fajarmataram menyatakan kesanggupannya untuk menutup lapo tuak miliknya. "Iya Pak, saya tutup," katanya.

Hal senada dikatakan Erik, salah satu pemilik lapo tuak yang juga berlokasi di Kampung Fajarmataram, menyatakan kesediaannya untuk menutup lapo tuak yang dirintis oleh orang tuanya sejak lama.

"Saya akan sampaikan kepada orang tua saya untuk menutup lapo ini. Kami akan tutup," terangnya di hadapan Camat, Kapolsek serta Danramil Seputihmataram.

Bersamaan dengan ini, Forkopimcam juga memberikan edukasi tentang bahaya Covid-19 kepada masyarakat yang berada di lapo tuak, tidak mengenakan masker.

Mereka yang tidak mengenakan masker, tidak mengikuti prokes diberikan tindakan sangsi untuk push up, serta dihimbau kalau keluar rumah untuk mematuhi protokol kesehatan. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top