Hyundai Heavy Dipilih Sebagai Pengembang Proyek Kapal Perusak Aegis

Pada bulan Agustus, Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) meninjau rencana desain dasar mereka dan memberi Hyundai skor yang lebih tinggi.


Foto: Yonhap

SEOUL, IPHEDIA.com - Badan pengadaan senjata Korea Selatan berencana memilih Hyundai Heavy Industries Co. untuk proyek pengembangan kapal perusak yang dilengkapi Aegis, meskipun ada dugaan kebocoran informasi rahasia oleh perwira militer ke perusahaan.

Beberapa perwira Angkatan Laut sekarang diadili, karena mereka diduga mengizinkan pejabat Hyundai pada tahun 2014 untuk diam-diam merekam dokumen rahasia terkait dengan proyek Korea Destroyer Next Generation (KDDX) untuk membangun kapal perusak kelas 6.000 ton generasi berikutnya.

Mengutip penyelidikan yang sedang berlangsung, Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co., yang juga bersaing untuk proyek senilai 21 miliar won (US $ 17,6 juta), mengajukan perintah pengadilan terhadap proyek tersebut.

Pada bulan Agustus, Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) meninjau rencana desain dasar mereka dan memberi Hyundai skor yang lebih tinggi.

"Pengadilan Distrik Pusat Seoul menolak permohonan Daewoo pada Selasa, mengatakan tidak jelas apakah Hyundai menggunakan informasi yang diduga diperolehnya secara ilegal," kata seorang pejabat DAPA kepada wartawan, Jumat, melansir Yonhap.

Menyusul keputusan itu, agensi memutuskan untuk melanjutkan proyek dan secara resmi akan mengumumkan penawar pilihan awal bulan depan untuk menandatangani kontrak dalam tahun ini, pejabat itu menambahkan.

Badan tersebut berencana untuk menyelesaikan desain pada paruh kedua tahun 2023 dan memulai pembangunannya pada tahun 2024.

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk melanjutkan proyek tanpa hambatan sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku," kata seorang pejabat DAPA, dan mengambil "langkah-langkah yang tepat, jika perlu" setelah pengadilan membuat keputusan terhadap pejabat yang dicurigai. (yhp/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top