Di Tengahi PBB, Mesir Tuan Rumah Pembicaraan Damai Libya

Selama pembicaraan yang disponsori oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, Direktur Badan Intelijen Umum Mesir, Abbas Kamel, menegaskan kembali komitmen Mesir terhadap upaya yang dipimpin PBB untuk penyelesaian damai di Libya.


Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi (tengah), dan kepala intelijen Abbas Kamel (kanan) bertemu dengan orang kuat Libya, Khalifa Hifter (kiri), di istana presiden Ittihadia di Kairo, Mesir, pada 14 April 2019 lalu (Foto: AFP via Al Monitor)


CAIRO, IPHEDIA.com - Mesir pada Minggu menjadi tuan rumah putaran baru negosiasi antara dua pemerintahan saingan Libya yang diwakili oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Libya yang berbasis di Tobruk dan Dewan Tinggi Negara.

Selama pembicaraan yang disponsori oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, Direktur Badan Intelijen Umum Mesir, Abbas Kamel, menegaskan kembali komitmen Mesir terhadap upaya yang dipimpin PBB untuk penyelesaian damai di Libya, menurut laporan kantor berita resmi Mesir MENA.

"Sudah saatnya memenuhi aspirasi rakyat Libya untuk stabilitas dengan mendorong jalur politik agar Libya dapat memiliki konstitusi yang menetapkan kewenangan dan tanggung jawab hingga mencapai pemilihan presiden dan parlemen," kata Kamel dalam pertemuan tersebut.

Berakhir pada 13 Oktober, pembicaraan tiga hari di Kairo berupaya mengidentifikasi mekanisme penyelesaian di Libya dan kerangka konstitusi baru untuk negara yang dilanda perang.

Libya telah terkunci dalam perang saudara sejak penggulingan dan pembunuhan mantan pemimpin Muammar Gaddafi pada tahun 2011.

Situasi meningkat pada tahun 2014, membagi kekuasaan antara dua pemerintah yang bersaing: Pemerintah Kesepakatan Nasional yang didukung PBB yang berbasis di ibu kota Tripoli dan lainnya di kota Tobruk di timur laut bersekutu dengan komandan militer berbasis di timur Khalifa Haftar.

Pada bulan Juni, Presiden Mesir, Abdel-Fattah al-Sisi, mengumumkan inisiatif yang dipimpin Kairo untuk mengakhiri konflik internal Libya setelah pertemuannya dengan ketua parlemen yang berbasis di Haftar dan Tobruk, Aguila Saleh. (mna/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top