Delegasi Ekonomi AS Kunjungi Israel, UEA dan Bahrain

Dalam pernyataannya, Departemen Keuangan AS mengatakan Mnuchin memimpin delegasi dari 17-20 Oktober untuk mendukung kerjasama ekonomi yang diperluas di bawah pakta yang di tengahi oleh pemerintahan Presiden AS, Donald Trump.


Para pemimpin Israel, Bahrain dan UEA menandatangani kesepakatan normalisasi selama upacara di Gedung Putih pada 15 September bersama dengan Presiden AS, Donald Trump. (Foto: Dok AP)


NEW YORK, IPHEDIA.com - Delegasi pejabat tinggi Amerika Serikat, termasuk Menteri Keuangan Steve Mnuchin, akan melakukan perjalanan ke Israel, Bahrain dan Uni Emirat Arab dalam beberapa hari mendatang untuk mendukung kesepakatan normalisasi yang baru saja ditandatangani antara ketiga negara.

Dalam pernyataannya, Departemen Keuangan AS mengatakan Mnuchin memimpin delegasi dari 17-20 Oktober untuk mendukung kerjasama ekonomi yang diperluas di bawah pakta yang di tengahi oleh pemerintahan Presiden AS, Donald Trump.

Sebelumnya, AS mengumumkan pada 13 Agustus bahwa Israel dan UEA telah menyetujui pakta untuk menormalkan hubungan diplomatik, dan Bahrain mengikutinya kurang dari sebulan kemudian, mengumumkan kesepakatannya sendiri dengan Israel.

Perwakilan dari ketiga negara secara resmi menandatangani perjanjian tersebut dalam upacara di Gedung Putih pada 15 September.

Departemen Keuangan mengatakan Mnuchin dan delegasi AS, termasuk Duta Besar AS untuk Israel David Friedman, akan bergabung dengan pejabat Israel dalam penerbangan langsung dari Israel ke Bahrain.

Mereka akan bertemu dengan pejabat Bahrain di Manama sebelum terbang ke Abu Dhabi, di mana "Pertemuan Bisnis Persetujuan Abraham yang pertama" diadakan. Kelompok itu kemudian terbang kembali ke Tel Aviv, kata departemen itu, melansir Aljazeera. (alj/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top