Bersembuyi di Rumah Mertua, DPO Curanmor Dibekuk Team Tekab 308

Pelaku SP ditangkap di rumah mertuanya di Lingkungan III Kelurahan Komeringagung, Kecamatan Gunungsugih. Sementara, rekan pelaku yang telah tertangkap terlebih dahulu, yakni SG alias Soni (21) saat ini menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Gunungsugih.




GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - Team Tekab 308 Polres Lampung Tengah, Provinsi Lampung, membekuk DPO pelaku curanmor berinisial SP alias Sandi (25) warga Dusun III Kampung Komeringputih, Kecamatan Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah, di rumah mertuanya.

"Penangkapan pelaku DPO itu berdasarkan dari laporan korban," kata Kasat Reskrim AKP Yuda Wiranegara, SH, S.Ik., mewakili Kapolres Lamteng, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH., Jumat.

Pelaku SP ditangkap di rumah mertuanya di Lingkungan III Kelurahan Komeringagung, Kecamatan Gunungsugih. Sementara, rekan pelaku yang telah tertangkap terlebih dahulu, yakni SG alias Soni (21) saat ini menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Gunungsugih.

Peristiwa curanmor itu terjadi pada Rabu hari pertama Maret tahun ini sekira pukul 12.30 WIB. Waktu itu, Sartam korbannya memarkirkan sepeda motor Honda Supra Fit Nopol BE 5144 FD diteras rumahnya di Dusun II Kampung Tanggulangin Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, ketika hendak solah Dzuhur.

Pelaku mengambil sepeda motor yang diparkirkan di teras rumah korban dengan kunci kontak masih terpasang. Tidak lama setelah sholat, korban melihat motornya sudah di bawa pelaku dan langsung dilakukan pengejaran bersama warga.

Saat dikejar warga, satu pelaku SG alias Soni tertangkap, sedangan SP alias Sandi berhasil kabur dari kejaran warga. Dari pelaku SP disita 1 unit sepeda motor Honda Supra Fit Nopol BE 5144 FD dan barang bukti tersebut di bawa ke Polres Lampung Tengah guna pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku SP alias Sandi dijerat pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top