Atasi Kelangkaan, Mojokerto Gelontorkan 8.993 Ton Pupuk Bersubsidi

Realisasi tambahan alokasi pupuk subsidi itu menyusul Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang disetujui untuk menutup kekurangan pupuk bersubsidi sebesar 9.000 ton.




MOJOKERTO, IPHEDIA.com - Untuk mengatasi kelangkaan pupuk sejak tiga bulan lalu, pemerintah pusat melalui Dinas Pertanian dan Peternakan (Disperta) Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur (Jatim), siap menggelontorkan pupuk bersubsidi sebanyak 8.993 ton kepada petani di daerah ini.

Realisasi tambahan alokasi pupuk subsidi itu menyusul Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang disetujui untuk menutup kekurangan pupuk bersubsidi sebesar 9.000 ton. Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko.

“Pasokan pupuk ini dapat mencukupi kelangkaan pupuk subsidi di kalangan petani yang sudah terjadi sejak tiga bulan lalu. Kebutuhan pupuk subsidi kita mencapai 2.000 per bulan sehingga pasokan pupuk yang kita peroleh kini dapat mengatasi kelangkaan dan dipastikan mencukupi sampai tiga bulan ke depan,” ujar Teguh Gunarko, di Mojokerto, Minggu.

Menurut Teguh, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mojokerto tentang Tambahan Alokasi Pupuk Subsidi, nantinya pupuk bersubsidi tersebut akan dipasok oleh distributor Petrokimia Gresik ke seluruh kios-kios sesuai e-RDKK di masing-masing wilayah Kecamatan.

“Dalam pekan ini akan mulai didistribusikan ke masing-masing kios di kecamatan sesuai kebutuhan e-RDKK. Tambahan alokasi pupuk subsidi yang kita terima, sebanyak 8.993 ton, rinciannya 5.071 ton pupuk jenis urea, 358 ton SP-36, 3.328 ton ZA, dan 236 ton pupuk organik sedangkan NPK Ponska,” jelasnya.

Dengan adanya tambahan alokasi pupuk subsidi ini diharapkan bisa mencukupi kebutuhan selama tiga bulan sampai akhir tahun. Pihaknya memastikan tidak ada kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Mojokerto hingga akhir tahun 2020 nanti. Pasokan pupuk subsidi di Kabupaten Mojokerto sebelumnya hanya 19 ribu ton.

“Pasokan pupuk bersubsidi kita sebelumnya hanya 31 persen dari kebutuhan petani yang mencapai 28 ribu ton. Dengan tambahan alokasi ini kita pastikan aman sampai akhir tahun. Selain itu, dengan adanya tambahan alokasi pupuk subsidi ini sehingga sudah terserap penuh, jika ada kekurangan pupuk subsidi maka kami akan segera mengajukan lagi,” tegasnya. (Sugeng P/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top