AS Umumkan Gencatan Senjata Nagorno-Karabakh Baru Saat Pertempuran Masih Berlanjut

Gencatan senjata terbaru akan berlaku pada pukul 8 pagi waktu setempat (12 siang EDT) pada 26 Oktober, kata Departemen Luar Negeri AS dan pemerintah Azerbaijan dan Armenia dalam pernyataan bersama.


Foto: Reuters via Malay Mail


BAKU / WASHINGTON, IPHEDIA.com - Amerika Serikat pada Minggu mengatakan gencatan senjata kemanusiaan baru berlaku pada Senin dalam konflik antara Azerbaijan dan Armenia atas daerah kantong Nagorno-Karabakh, bahkan ketika pertempuran baru meletus antara kedua belah pihak.

Gencatan senjata terbaru akan berlaku pada pukul 8 pagi waktu setempat (12 siang EDT) pada 26 Oktober, kata Departemen Luar Negeri AS dan pemerintah Azerbaijan dan Armenia dalam pernyataan bersama.

“Selamat kepada Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan, dan Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, yang baru saja setuju untuk mematuhi gencatan senjata yang efektif pada tengah malam. Banyak nyawa akan diselamatkan,” tulis Presiden AS Donald Trump di Twitter, melansir Reuters, Senin.

Pengumuman itu muncul setelah Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengadakan pertemuan terpisah dengan menteri luar negeri Armenia dan Azerbaijan di Washington pada Jumat.

“Pertemuan tersebut diikuti oleh ketua bersama OSCE Minsk Group, dibentuk untuk menengahi konflik dan dipimpin oleh Prancis, Rusia dan Amerika Serikat, yang menggambarkannya sebagai diskusi intensif tentang gencatan senjata dan awal pembicaraan sebagai solusi yang komprehensif.

Grup Minsk mengatakan para ketua bersama dan para menteri luar negeri setuju untuk bertemu lagi di Jenewa pada 29 Oktober. Sementara, seorang pejabat senior pemerintah menyatakan keyakinannya bahwa gencatan senjata ini akan bertahan.

"Kepemimpinan AS dengan dukungan dari Rusia dan Prancis membawa harapan tambahan bahwa gencatan senjata akan mengarah pada penyelesaian perdamaian yang langgeng," kata pejabat itu.

Meletusnya pertempuran baru pada Minggu dan runtuhnya dua gencatan senjata sebelumnya yang ditengahi oleh Rusia menimbulkan pertanyaan tentang prospek dorongan baru ini untuk mengakhiri bentrokan di Nagorno-Karabakh, bagian dari Azerbaijan yang dihuni dan dikendalikan oleh etnis Armenia.

Pertempuran yang meletus pada 27 September di atas wilayah sengketa telah melonjak ke tingkat terburuk sejak 1990-an, ketika sekitar 30.000 orang tewas. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top