Tersangka Pengirim Surat Ricin yang Ditujukan ke Gedung Putih Ditangkap

Sumber penegak hukum mengatakan bahwa surat mencurigakan yang disebutkan dalam pernyataan FBI sama dengan amplop yang ditemukan berisi ricin. Sumber itu juga menyebut orang yang ditangkap adalah wanita berkewarganegaraan Kanada.




WASHINGTON, IPHEDIA.com - Pihak berwenang telah menangkap seseorang yang dicurigai mengirim racun mematikan dalam amplop yang dialamatkan ke Gedung Putih tetapi dicegat sebelum dapat dikirim ke sana.

Seorang wanita yang dituduh mengirimkan surat tersebut telah ditahan di perbatasan AS-Kanada. “Penangkapan telah dilakukan dari seseorang yang diduga bertanggung jawab untuk mengirimkan surat yang mencurigakan," kata pernyataan kantor lapangan FBI di Washington.

Sumber penegak hukum, yang mengetahui kasus tersebut tetapi berbicara dengan syarat anonim, mengatakan kepada Reuters bahwa surat mencurigakan yang disebutkan dalam pernyataan FBI sama dengan amplop yang ditemukan berisi ricin. Sumber itu juga menyebut orang yang ditangkap adalah wanita berkewarganegaraan Kanada.

Sebelumnya, Royal Canadian Mounted Police (RCMP) mengatakan pada Sabtu bahwa pihaknya telah menerima permintaan bantuan dari FBI dalam penyelidikan dan surat mencurigakan yang dideteksi adanya risin zat yang berasal dari biji jarak tersebut tampaknya telah dikirim dari Kanada.

Untuk mengubahnya menjadi senjata biologis, toksin membutuhkan tindakan yang disengaja, dengan paparan sekecil kepala peniti yang mampu menyebabkan kematian dalam 36 hingga 72 jam. Tidak ada penawar yang diketahui.

Tentang insiden pada Sabtu, FBI mengatakan telah bergabung dengan Dinas Rahasia AS dan Layanan Inspeksi Pos AS dalam penyelidikan surat mencurigakan yang diterima di fasilitas surat pemerintah AS itu.

Amplop tersebut dicegat di pusat surat pemerintah AS sebelum dapat dikirim ke Gedung Putih. Namun, terkait hal ini Secret Service dan Royal Canadian Mounted Police menolak berkomentar pada Minggu. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top