Raja Thailand Kembalikan Gelar Kepada Permaisuri yang Pernah Dipermalukan

Sebuah pernyataan yang diterbitkan dalam Royal Gazette pemerintah pada Rabu mengatakan Sineenat tidak ternoda dan karena itu berhak atas gelar permaisuri bangsawan kerajaan dan semua jabatan sebelumnya di dalam istana.



BANGKOK, IPHEDIA.com - Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn, mengembalikan gelar resmi dan pangkat militer ke permaisuri kerajaannya, menurut pengumuman istana pada Rabu (3/9/2020) waktu setempat, setelah hampir setahun dia dituduh tidak setia dan menghilang dari pandangan publik.

Pengumuman itu datang ketika Thailand diguncang oleh protes anti-pemerintah di mana tuntutan juga telah dibuat untuk mengekang kekuasaan raja yang baru diperluas, melanggar tabu yang kuat di negara di mana tradisi konservatif menjunjung tinggi raja terhadap kritik.

Sineenat Wongvajirapakdi (35), Oktober lalu telah dicopot dari gelar Permaisuri Mulia dalam sebuah pernyataan istana yang menyebut dia tidak tahu berterima kasih dalam melakukan persaingan dengan Ratu Suthida, istri raja.

Namun, sebuah pernyataan yang diterbitkan dalam Royal Gazette pemerintah pada Rabu mengatakan Sineenat tidak ternoda dan karena itu berhak atas gelar permaisuri bangsawan kerajaan dan semua jabatan sebelumnya di dalam istana.

"Oleh karena itu, pencabutan gelar kerajaan, posisi resmi dalam melayani mahkota dalam kapasitas militer dan pangkat militer dan penarikan kembali semua deklarasi tidak pernah terjadi," kata pernyataan itu, melansir Reuters, Kamis (3/9/2020). Perintah tersebut berlaku efektif 28 Agustus lalu.

Sineenat menghilang setelah aib publiknya dan keberadaannya tidak dapat dikonfirmasi. Minggu ini, surat kabar Bild melaporkan dia telah tiba di Jerman, tempat raja Thailand menghabiskan sebagian besar waktunya.

Raja Vajiralongkorn secara resmi dinobatkan sebagai raja konstitusional pada Mei tahun lalu setelah pertama kali naik takhta menyusul kematian ayahnya pada 2016, yang memerintah selama 70 tahun.

Beberapa hari sebelum penobatannya, raja menikah dengan wakil kepala pengawal pribadinya, Suthida Tidjai (42), memberinya gelar Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana.

Lebih dari dua bulan kemudian, dia menganugerahkan gelar Permaisuri Mulia kepada Sineenat, mantan perawat dan pengawalnya. Itu adalah penunjukan pertama kali dalam hampir satu abad, jauh sebelum berakhirnya monarki absolut pada tahun 1932. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top