Ledakan Besar Guncang Fasilitas Militer di Yordania

Pasukan keamanan menutup Zarqa, kota industri yang luas berpenduduk 1,5 juta orang, dan mencegah lalu lintas keluar atau masuk. Jurnalis yang ingin melakukan perjalanan melalui Zarqa ke lokasi ledakan sekitar 10 km ke timur dicegah melakukannya.





AMMAN, IPHEDIA.com - Serangkaian ledakan besar mengguncang kota Zarqa, Yordania, pada Jumat pagi (11/9/2020) waktu setempat di depot amunisi militer terdekat.

Belum ada laporan tentang korban jiwa akibat ledakan yang terjadi di gurun sebelah timur kota terbesar kedua di Yordania itu, kata pemerintah dan komando militer.

Nyala api jingga besar menerangi langit malam gurun dan dapat dilihat hingga sejauh ibu kota Amman, 35 km (22 mil) ke barat daya.

“Kami merasa seperti gempa bumi yang melanda. Jendela kami bergetar dan kaca pecah. Anak-anak saya mulai menangis,” kata warga Zarqa, Nabila Issa, seorang ibu rumah tangga dan ibu dari lima anak.

Pasukan keamanan menutup Zarqa, kota industri yang luas berpenduduk 1,5 juta orang, dan mencegah lalu lintas keluar atau masuk. Jurnalis yang ingin melakukan perjalanan melalui Zarqa ke lokasi ledakan sekitar 10 km ke timur dicegah melakukannya.

Daerah gurun tempat ledakan terjadi menampung beberapa pangkalan militer utama AS yang dilengkapi termasuk lapangan udara yang dibangun pada 2018.

Lokasi Yordania menjadikannya pusat logistik dan pasokan yang ideal untuk Amerika Serikat, termasuk untuk garnisun militer AS di Tanf di Suriah tenggara.

"Penyelidikan awal menunjukkan bahwa ledakan itu disebabkan oleh sirkuit listrik di depot amunisi tentara yang berada di daerah terpencil dan tidak berpenghuni dan di bawah pengawasan kamera," kata juru bicara pemerintah Amjad Adailah, melansir Reuters.

Adailah mengatakan mortir yang disimpan di fasilitas itu sudah tua dan tidak dapat digunakan, tetapi sumber militer mengatakan tanpa menyebut nama bahwa beberapa senjata di lokasi itu adalah rudal anti-pesawat yang dipandu dengan presisi.

Komando militer menolak berkomentar tentang penyebab ledakan, dengan mengatakan itu sedang diselidiki.

Para pejabat AS mengatakan bantuan militer ke Yordania membantu membangun kemampuan pertahanan kerajaan sebagai bagian dari strategi regional yang lebih luas. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top