Ketua Partai Penguasa Jepang Persiapkan Kabinet, Lanjutkan Kebijakan Pendahulunya

Suga, yang sudah lama menjadi pembantu setia dan kepala sekretaris kabinet di bawah Perdana Menteri Shinzo Abe, menang telak untuk mengambil alih Partai Demokrat Liberal (LDP).




TOKYO, IPHEDIA.com - Ketua partai berkuasa Jepang, Yoshihide Suga, yang akan menjadi perdana menteri berikutnya, ditetapkan pada Selasa untuk melanjutkan kebijakan pendahulunya dengan mempertahankan menteri kabinet dan pejabat partai utama di pos mereka, seperti yang dia janjikan.

Suga, yang sudah lama menjadi pembantu setia dan kepala sekretaris kabinet di bawah Perdana Menteri Shinzo Abe, pada Senin menang telak untuk mengambil alih Partai Demokrat Liberal (LDP). Dia berjanji untuk melanjutkan banyak program Abe, termasuk strategi ekonomi “Abenomics” yang menjadi ciri khasnya.

Dia menghadapi banyak sekali tantangan, termasuk mengatasi Covid-19 sambil menghidupkan kembali ekonomi yang terpukul dan menghadapi masyarakat yang menua dengan cepat di mana hampir sepertiga populasinya berusia lebih dari 65 tahun.

Menteri Keuangan Taro Aso dan Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi kemungkinan besar akan tetap di posisi mereka, menurut beberapa laporan media, seperti sekretaris jenderal LDP Toshihiro Nikai. Yasutoshi Nishimura kemungkinan akan diangkat kembali sebagai menteri ekonomi.

Suga mungkin menunjuk Menteri Kesehatan Katsunobu Kato, yang telah dikenal publik sebagai wajah dari upaya Jepang untuk mengatasi virus corona, sebagai kepala sekretaris kabinet, kata Nippon TV.

Kato dekat dengan Suga, di mana ia menjabat sebagai wakil sekretaris kabinet. “Banyak elemen berbeda dibutuhkan,” kata Suga pada Senin, ketika ditanya tentang siapa yang harus menggantikannya, melansir Reuters.

"Salah satunya adalah kesesuaian mereka dengan perdana menteri, tetapi jika dipikir-pikir secara keseluruhan, mereka juga perlu memiliki kekuatan yang luas, itu akan menjadi yang paling menenangkan."

Suga hampir pasti akan terpilih sebagai perdana menteri dalam pemungutan suara parlemen pada Rabu karena mayoritas majelis rendah LDP. Dia akan menjalani masa jabatan Abe sebagai pemimpin partai hingga September 2021.

Dikenal lebih karena pekerjaannya di balik layar, Suga muncul sebagai favorit untuk menggantikan Abe, perdana menteri terlama di Jepang, setelah Abe mengatakan bulan lalu dia akan mengundurkan diri karena kesehatan yang buruk, mengakhiri hampir delapan tahun jabatannya.

Ada spekulasi luas bahwa Suga dapat memanfaatkan peringkat dukungan yang kuat untuk membubarkan majelis rendah parlemen dan menyerukan pemilihan cepat untuk mendapatkan masa jabatan tiga tahun penuh sebagai kepala LDP, tetapi dia tampak waspada.

“Yang penting sekarang adalah mengatasi pandemi sekaligus menghidupkan kembali perekonomian. Saya kira kita tidak bisa segera (membubarkan majelis rendah) hanya karena pandemi sudah diatasi,” kata Suga.

"Itu adalah keputusan yang harus dibuat dengan melihat berbagai faktor secara komprehensif," jelasnya. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top