Dolar Melemah Terhadap Sebagian Besar Mata Uang Utama Karena Prospek Suku Bunga

"Dolar melemah tidak hanya terhadap mata uang G10 tetapi juga terhadap mata uang pasar berkembang," kata Minori Uchida, kepala riset pasar global di MUFG Bank di Tokyo.



TOKYO, IPHEDIA.com - Dolar jatuh ke posisi terendah multi-tahun terhadap sebagian besar mata uang utama pada Selasa (1/9/2020) karena kerangka kebijakan baru Federal Reserve terus memicu taruhan bahwa suku bunga AS akan tetap rendah lebih lama daripada negara lain.

Dolar Australia bertahan sekitar level tertinggi dua tahun terhadap greenback karena para pedagang menunggu berita dari pertemuan kebijakan Reserve Bank of Australia (RBA) pada hari Selasa untuk mengukur pandangan pembuat kebijakan tentang ekonomi.

Yen terkurung dalam kisaran sempit karena politisi berebut untuk memilih perdana menteri baru menyusul pengunduran diri Perdana Menteri Shinzo Abe pekan lalu.

Kalender data AS minggu ini penuh dengan rilis penting pada manufaktur, barang tahan lama, dan ketenagakerjaan, tetapi hasil positif tidak mungkin untuk menghentikan penurunan dolar karena ekspektasi yang kuat bahwa suku bunga akan tetap sangat rendah.

"Dolar melemah tidak hanya terhadap mata uang G10 tetapi juga terhadap mata uang pasar berkembang," kata Minori Uchida, kepala riset pasar global di MUFG Bank di Tokyo, melansir Reuters.

“Ini menunjukkan dolar berada dalam tren turun yang akan berlangsung selama beberapa waktu. Tarif rendah dan kelebihan pasokan dolar mendorong langkah ini," tambahnya.

Terhadap euro, dolar jatuh ke $ 1,1973 pada Selasa di Asia untuk mencapai level terendah sejak Mei 2018. Pound Inggris naik menjadi $ 1,3402, tertinggi sejak Desember tahun lalu, setelah menteri luar negeri Jepang mengatakan kesepakatan luas tentang kesepakatan perdagangan Jepang-Inggris telah ditutup.

Dolar dikuotasi pada 0,9021 franc Swiss, hanya sedikit di atas level terendah dalam lebih dari lima tahun. Greenback sedikit turun menjadi 105,73 yen.

Terhadap sekeranjang enam mata uang utama, indeks dolar turun pada Selasa ke level terendah dua tahun di 91,947. Dolar Australia naik menjadi $ 0,7398, mendekati level tertinggi sejak Agustus 2018.

Dolar Selandia Baru bertahan stabil di $ 0,6756, mendekati level terkuat dalam dua tahun. Yuan onshore melonjak menjadi 6,8310, tertinggi dalam lebih dari setahun.

Dolar juga jatuh secara luas terhadap mata uang berkembang Asia lainnya, yang semakin menggarisbawahi kesengsaraan greenback. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top