Amplop dengan Racun Mematikan Dialamatkan ke Gedung Putih Dicegat Otoritas AS

FBI mengatakan bahwa agen tersebut dan Dinas Rahasia AS serta mitra Layanan Inspeksi Pos AS sedang menyelidiki surat mencurigakan yang diterima di fasilitas surat pemerintah AS.




WASHINGTON / OTTAWA, IPHEDIA.com - Sebuah amplop yang dialamatkan ke Gedung Putih dan dicegat oleh otoritas AS berisi zat yang diidentifikasi sebagai ricin, racun mematikan yang tampaknya telah dikirim dari Kanada, kata Royal Canadian Mounted Police (RCMP) pada Sabtu waktu setempat.

Seorang juru bicara RCMP membenarkan telah menerima permintaan bantuan dari FBI sehubungan dengan surat mencurigakan yang dikirim ke Gedung Putih.

RCMP menambahkan, FBI melakukan analisis terhadap substansi yang ditemukan di amplop. Laporan ini menunjukkan adanya risin, zat beracun. RCMP mengatakan bekerja dengan FBI tetapi menolak untuk membahas rincian lebih lanjut. Amplop itu dicegat di pusat surat pemerintah sebelum tiba di Gedung Putih.

Ditanya tentang laporan tersebut, FBI mengatakan bahwa agen tersebut dan Dinas Rahasia AS serta mitra Layanan Inspeksi Pos AS sedang menyelidiki surat mencurigakan yang diterima di fasilitas surat pemerintah AS. Saat ini, tidak ada ancaman yang diketahui terhadap keselamatan publik, melansir Reuters, Minggu.

Ricin ditemukan secara alami dalam biji jarak, tetapi dibutuhkan tindakan yang disengaja untuk mengubahnya menjadi senjata biologis. Ricin dapat menyebabkan kematian dalam waktu 36 sampai 72 jam dari paparan ke jumlah sekecil kepala peniti. Tidak ada penawar yang diketahui.

Ada banyak insiden yang melibatkan amplop yang dikirimkan dengan risin kepada pejabat AS. Pada 2018, seorang pria Utah, William Clyde Allen III, didakwa karena membuat ancaman terkait risin, termasuk mengirimkan ancaman terhadap Trump dan pejabat federal lainnya termasuk Direktur FBI Christopher Wray, dengan semua surat yang berisi bahan biji jarak. Allen tetap ditahan. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top