Presiden Moon Beri Peringatan Keras Penghambat Upaya Anti-Virus

Lebih dari 10.000 orang melanjutkan protes anti-pemerintah di pusat kota Seoul, meskipun pemerintah kota melarang pertemuan besar di luar karena kekhawatiran Covid-19.

Foto: Yonhap

SEOUL, IPHEDIA.com - Presiden Moon Jae-in pada Minggu (16/8/2020) memberikan peringatan keras terhadap tindakan melanggar hukum yang menghambat upaya anti-virus negara itu, setelah seorang pendeta sayap kanan dan pengikutnya melakukan demonstrasi besar-besaran, melanggar larangan negara di tengah lonjakan kasus virus corona baru.

Pada Sabtu, lebih dari 10.000 orang melanjutkan protes anti-pemerintah di pusat kota Seoul, yang dipimpin oleh kelompok-kelompok sayap kanan, termasuk pendeta Jun Kwang-hoon dari Gereja Sarang Jeil di Seoul, meskipun pemerintah kota melarang pertemuan besar di luar karena kekhawatiran Covid-19.

Lusinan pasien virus corona diyakini telah terhubung ke gereja Jun, tetapi itu mendorong umatnya di seluruh negeri untuk mengambil bagian dalam demonstrasi, sementara gagal mengambil tindakan karantina yang sesuai, menurut pejabat.

"Tindakan yang sangat tidak masuk akal yang menghambat upaya seluruh rakyat untuk menahan penyebaran virus corona baru. Ini merupakan tantangan yang jelas bagi sistem pengendalian dan pencegahan penyakit nasional, dan tindakan tak termaafkan yang mengancam kehidupan masyarakat," Kata Moon dalam pesan Facebook-nya.

Pemerintah akan mengambil tindakan yang sangat tegas dan kuat bahkan dengan menggunakan cara-cara wajib, tambah Moon, melansir Yonhap, Minggu (16/8/2020).

Pada Minggu, Korea Selatan melaporkan 279 kasus tambahan COVID-19, lonjakan dari 166 kasus baru pada hari sebelumnya, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (KCDC) Korea. Ini pertama kalinya negara itu melaporkan lebih dari 200 infeksi harian baru dalam lima bulan.

Kasus yang terkait dengan Gereja Sarang Jeil berjumlah 193 di seluruh negeri pada Minggu, menurut pemerintah metropolitan Seoul. (yhp/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top