Korea Selatan Selalu Siap Berbicara dengan Jepang Soal Perselisihan Sejarah

Kedua negara berselisih tentang keputusan Mahkamah Agung Korea Selatan tahun 2018 yang memerintahkan produsen baja Jepang membayar kompensasi untuk kerja paksa selama Perang Dunia Kedua.

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in

SEOUL, IPHEDIA.com - Pada peringatan 75 tahun penyerahan Jepang dalam Perang Dunia Kedua, Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, menyatakan bahwa pemerintahnya selalu siap untuk berbicara dengan Tokyo tentang perselisihan sejarah yang terus memecah belah kedua tetangga tersebut.

Moon berbicara pada perayaan ulang tahun yang menandai pembebasan semenanjung Korea dari penjajahan Jepang tahun 1910-1945 pada Sabtu (15/8/2020). Di Tokyo, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berjanji tidak akan pernah mengulangi tragedi perang tersebut.

Kedua negara berselisih tentang keputusan Mahkamah Agung Korea Selatan tahun 2018 yang memerintahkan produsen baja Jepang membayar kompensasi untuk kerja paksa selama Perang Dunia Kedua.

Nippon Steel Corp diperintahkan untuk membayar masing-masing 100 juta won ($ 84.000) kepada empat warga Korea Selatan sebagai kompensasi.

"Kami telah mengadakan diskusi dengan pemerintah Jepang tentang solusi damai yang dapat disepakati para korban. Pintu negosiasi masih terbuka lebar," kata Moon, melansir Reuters.

Jepang berpendapat putusan itu melanggar hukum internasional karena semua klaim kompensasi yang timbul dari penjajahan Jepang diselesaikan berdasarkan perjanjian diplomatik 1965 mereka. Seoul mengatakan keputusan itu harus dihormati sebagai keputusan oleh pengadilan independen.

Dalam langkah yang secara luas dipandang sebagai pembalasan atas keputusan tersebut, Jepang tahun lalu mengatakan akan menghentikan perlakuan istimewa untuk pengiriman ke Korea Selatan dari beberapa bahan berteknologi tinggi utama yang produksinya didominasi dan yang digunakan oleh perusahaan seperti Samsung Electronics Co.

Pembicaraan untuk menyelesaikan pembatasan ekspor telah terhenti dan Korea Selatan sedang melanjutkan pengaduan ke Organisasi Perdagangan Dunia.

Moon juga mengatakan kerja sama antar-Korea akan menjadi kebijakan keamanan terbaik bagi Korea Selatan dan Utara agar bebas dari ketergantungan pada kekuatan nuklir dan militer.

"Semakin solid kerjasama antara kedua Korea, semakin kuat keamanan masing-masing Korea Selatan dan Korea Utara," kata Moon. “Ini akan menjadi pendorong yang akan menuju kemakmuran dalam kerjasama dengan komunitas internasional,” tambahnya. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top