Gedung di India Ambruk, Puluhan Korban Selamat dan Lainnya Terperangkap

Setiap tahun, hujan lebat selama musim hujan bulan Juni hingga September meruntuhkan bangunan kecil dan besar yang terendam hujan yang dianggap terlalu berbahaya untuk ditinggali.



MUMBAI, IPHEDIA.com - Petugas penyelamat menarik lebih dari 60 orang hidup-hidup dari puing-puing bangunan yang runtuh di kota industri dekat ibu kota keuangan India, Mumbai, kata seorang pejabat senior pada Selasa (25/8/2020), saat upaya penyelamatan berlanjut.

Bangunan lima lantai di dekat distrik kumuh di Mahad, yang menampung sekitar 200 penduduk, ambruk pada Senin malam waktu setempat.

"Seorang warga tewas dan sedikitnya 30 orang masih terperangkap," kata Bharatshet Maruti Gogawale, seorang anggota parlemen lokal di Mahad yang terletak sekitar 165 km (100 mil) selatan Mumbai, melansir Reuters.

Bangunan yang terdiri dari 47 rumah susun itu runtuh hampir seperti satu pak kartu, kata seorang petugas polisi di lokasi bencana.

Penduduk setempat dan polisi menyisir lembaran timah, batang logam, dan puing-puing lainnya dalam upaya mencari korban selamat ketika ambulans dilarikan ke rumah sakit terdekat di tengah hujan lebat dan ketakutan akan infeksi Covid-19.

Penyebab kecelakaan itu tidak jelas. Tetapi bangunan runtuh adalah hal biasa di India, biasanya karena konstruksi yang jelek, bahan di bawah standar dan mengabaikan peraturan.

Setiap tahun, hujan lebat selama musim hujan bulan Juni hingga September meruntuhkan bangunan kecil dan besar yang terendam hujan yang dianggap terlalu berbahaya untuk ditinggali.

Lebih dari 1.200 orang tewas dalam 1.161 bangunan runtuh di seluruh India pada tahun 2017, menurut data terbaru dari Biro Catatan Kejahatan Nasional. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top