Lebanon Melihat Kemungkinan Gangguan Eksternal dalam Ledakan di Pelabuhan

Ada kemungkinan gangguan eksternal melalui roket atau bom atau tindakan lain. Penyelidikan juga akan mempertimbangkan jika ledakan itu terjadi karena kelalaian atau kecelakaan.



BEIRUT, IPHEDIA.com - Presiden Lebanon mengatakan bahwa penyelidikannya terhadap ledakan terbesar dalam sejarah Beirut akan memeriksa apakah itu disebabkan oleh bom atau gangguan eksternal lainnya, ketika penduduk berusaha membangun kembali rumah dan kehidupan yang hancur.

Tim penyelamat berusaha menemukan siapa pun yang masih hidup maupun yang telah meninggal di antara reruntuhan dan puing-puing setelah ledakan pelabuhan pada Selasa yang menewaskan 154 orang, melukai 5.000 orang, menghancurkan sebagian kota Mediterania dan mengirimkan gelombang kejut seismik di sekitar wilayah tersebut.

“Penyebabnya belum ditentukan. Ada kemungkinan gangguan eksternal melalui roket atau bom atau tindakan lain,” kata Presiden Michel Aoun kepada media lokal, melansir Reuters, Sabtu (8/8/2020).

Aoun sebelumnya mengatakan bahan peledak disimpan dengan tidak aman selama bertahun-tahun di pelabuhan. Penyelidikan juga akan mempertimbangkan jika ledakan itu terjadi karena kelalaian atau kecelakaan. Dua puluh orang telah ditahan sejauh ini, tambahnya.

Satu sumber mengatakan penyelidikan awal menyalahkan kelalaian. Sementara Amerika Serikat mengatakan tidak mengesampingkan serangan Israel, yang telah berperang beberapa kali dengan Lebanon, membantah peran apa pun.

Presiden Turki, Tayyip Erdogan, mengatakan penyebabnya tidak jelas, tetapi membandingkan ledakan itu dengan pemboman tahun 2005 yang menewaskan mantan Perdana Menteri Rafik al-Hariri.

Sayyed Hassan Nasrallah, pemimpin kelompok Syiah Lebanon yang kuat, Hizbullah, membantah apa yang dia katakan sebagai komentar yang telah terbentuk sebelumnya, baik di dalam negeri maupun di luar negeri bahwa kelompok yang didukung Iran memiliki senjata yang disimpan di pelabuhan.

Dia menyerukan penyelidikan yang adil dan akuntabilitas yang ketat bagi siapa pun yang bertanggung jawab tanpa perlindungan politik apa pun.

“Kalaupun ada pesawat menabrak, atau memang disengaja, ternyata nitrat ini sudah bertahun-tahun ada di pelabuhan dengan cara ini, artinya sebagian kasus itu benar-benar kelalaian dan korupsi,” ujarnya. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top