-->

Warga Palestina Berdemonstrasi Menentang Rencana Israel Mencaplok Sepertiga Tepi Barat

Foto: AP / Majdi Mohammed via Aljazeera

PALESTINA, IPHEDIA.com - Meskipun ada penundaan dalam deklarasi yang telah lama ditunggu-tunggu mengenai rencana Israel untuk mencaplok sepertiga dari Tepi Barat yang telah diduduki secara ilegal, termasuk bagian-bagian dari Lembah Jordan yang strategis, warga Palestina mengecam rencana tersebut dengan melakukan protes di Ramallah dan Kota Gaza.

Menteri Luar Negeri Israel, Gabi Ashkenazi, mengatakan dalam sebuah wawancara radio bahwa pengumuman rencana aneksasi tidak segera terjadi, meskipun tanggal 1 Juli ditetapkan oleh pemerintah koalisi untuk memulai proses yang sangat ditentang.

Dalam wawancara radio ini, dia justru mengatakan akan menanyakan lebih lanjut tentang masalah ini kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, seperti melansir Aljazeera, Kamis (2/7/2020).

Sekitar 150 demonstran Palestina berkumpul pada Rabu malam (1/7/2020) waktu setempat di pusat Ramallah, kursi Otoritas Palestina, mengecam rencana tersebut. Mereka mengatakan meskipun ada deklarasi yang ditunda, pencaplokan masih ada di atas meja.

Dengan membawa poster dan mengibarkan bendera Palestina, orang banyak meneriakkan slogan-slogan anti-pendudukan seperti "Turun, turun dengan pendudukan", dan "Kami akan bertahan sampai pembebasan penuh. Kami tidak akan pergi."

Diumumkan pada bulan Januari sebagai rencana Timur Tengah dari Presiden AS Donald Trump, rencana tersebut ingin mendirikan negara Palestina yang terdemiliterisasi di atas tambalan wilayah Palestina yang terputus-putus.

Sementara Perdana Menteri Israel alternatif, Benny Gantz, mengatakan pekan lalu bahwa aneksasi harus menunggu sampai krisis virus corona berakhir, namun Netanyahu mungkin masih melanjutkannya.

Para pejabat militer dan intelijen Israel telah memperingatkan langkah itu dapat menyebabkan pemberontakan di Tepi Barat, yang akan menjadi risiko keamanan besar bagi Israel. Lebih jauh, rencana tersebut telah mendapat kecaman dari publik Palestina, para pemimpin mereka dan komunitas global. (ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top