UMKM Babel Diminta Kreatif, Inovatif dan Cerdas Sikapi Perubahan Pola Ekonomi

Sekda Kepulauan Bangka Belitung, Naziarto

PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Dalam menyikapi perubahan pola perekonomian saat ini, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diminta untuk kreatif, inovatif, dan cerdas, agar dapat bertahan dan bersaing dengan pelaku usaha lainnya.

"Melek teknologi merupakan suatu kewajiban bagi UMKM agar mampu bertahan dan bersaing," ujar Sekretaris Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Naziarto, mewakili Gubernur Erzaldi Rosman, saat webinar dengan tema UMKM Kreatif dan Inovatif di Era New Normal Pandemic Covid-19 via aplikasi zoom, Jumat.

Ia mengatakan, saat ini pertumbuhan ekonomi cenderung melambat bahkan nyaris jatuh ke jurang resesi diakibatkan adanya pandemi Covid-19.

Untuk menanggulangi hal tersebut, kata dia, pemerintah melakukan lima skema besar program perlindungan dan pemulihan ekonomi utamanya di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, termasuk program khusus bagi usaha ultra mikro dan usaha mikro yang selama ini tidak terjangkau oleh lembaga keuangan maupun perbankan. 

Sekda Naziarto menuturkan, lima skema tersebut, di antaranya memastikan pelaku UMKM masuk ke bagian penerima bansos, memberikan insentif perpajakan bagi pelaku UMKM yang omsetnya masih di bawah Rp 4,8 miliar pertahun dan melakukan relaksasi dan restrukturisasi kredit UMKM dengan berbagai skema program.

Kemudian, perluasan pembiayaan bagi UMKM berupa stimulus bantuan modal kerja; dan meminta kementerian, lembaga, BUMN, pemda menjadi buffer dalam ekosistem usaha UMKM terutama tahap awal pemulihan.

Sementara itu, Koordinator Wilayah International Council for Small Business (ICSB) Bangka Belitung, Melati Erzaldi mengatakan, ICSB Babel selalu bermitra dengan pihak terkait, salah satunya dekranasda untuk melakukan penguatan kepada pelaku UMKM.

"Misi ICSB Babel yaitu untuk melek informasi, salah satu program kita untuk melakukan penetrasi pasar internasional adalah dengan membuat program UMKM Babel Academy dengan memberangkatkan 100 pelaku UMKM dari Bangka Belitung ke seluruh negara untuk menempuh pendidikan yang nantinya mereka akan menjadi mentor dan duta UMKM," ungkapnya.

Ia mengharapkan, dengan meningkatkan ilmu para mentor ini bisa mencari peluang usaha untuk memenuhi tidak hanya pasar nasional namun juga pasar internasional, terutama produk lada Babel yang merupakan lada terbaik dunia, dan mudah-mudahan ini bisa mengembalikan kejayaan lada di Bangka Belitung. (ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top