-->

Saham Asia Perpanjang Kenaikan, Harga Emas Datar



TOKYO / NEW YORK, IPHEDIA.com - Saham Asia menguat pada Selasa karena prospek kesepakatan para pemimpin Uni Eropa untuk bersama-sama mendanai pemulihan ekonomi mereka dan harapan untuk vaksin virus corona mengangkat selera risiko.

Nikkei Jepang naik 0,6% sementara indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang naik 1,5% ke tepi dekat puncaknya empat bulan yang mencapai awal bulan ini.

Di Wall Street, saham teknologi melonjak setelah beberapa hari lesu, mendorong Nasdaq Composite naik 2,51% ke rekor penutupan tertinggi pada Senin. S & P500 juga mencapai puncak lima bulan.

Euro Stoxx 50 berjangka naik 0,25% di perdagangan Asia untuk berdiri di dekat tertinggi sejak awal Maret.

Para pemimpin Uni Eropa tampak dekat dengan kesepakatan tentang rencana stimulus besar-besaran untuk ekonomi virus corona mereka, dengan Presiden Dewan Uni Eropa Charles Michel menyuarakan kepercayaan mencapai kesepakatan pada dana pemulihan 750 miliar euro.

“Mereka sekarang membahas kompromi tentang bagaimana dana akan didistribusikan antara hibah dan pinjaman. Pertanyaannya bukan lagi apakah kita akan memiliki dana atau tidak,” kata Nobuhiko Kuramochi, ahli strategi pasar di Mizuho Securities, melansir Reuters.

“AS kemungkinan akan mengadopsi stimulus pada minggu pertama Agustus. Kami tidak tahu ukuran pastinya, tetapi saya bertaruh pasti sekitar $ 1 hingga $ 1,5 triliun,” tambahnya.

Di pasar mata uang, yuan Tiongkok beringsut untuk mencapai titik tertajam sejak awal Maret, dibantu oleh tanda-tanda pemulihan ekonomi China baru-baru ini. Yuan darat naik setinggi 6.9804 per dolar.

Euro berada di dekat tertinggi empat bulan Senin di $ 1,14675 karena para pedagang melihat ke hasil akhir dari KTT maraton Uni Eropa yang dimulai pada hari Jumat. Terakhir diperdagangkan pada $ 1,1459. Yen sedikit bergerak pada 107,19 terhadap dolar.

Emas bertahan di $ 1.818 per ounce, setelah mencapai tertinggi sembilan tahun dari $ 1.820,4 pada Senin.

Logam ini mempertahankan kekuatannya sebagai penyimpan nilai tertinggi karena bank-bank sentral di seluruh dunia telah berkomitmen pada tingkat pencetakan uang yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menopang ekonomi yang dilanda pandemi.

Minyak mentah Brent naik 0,1% menjadi $ 43,35 per barel, sementara US West Texas Intermediate (WTI) datar di $ 40,94. (rts/ip)
 

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top