Polisi Sebut Editor Metro TV Meninggal Diduga Bunuh Diri

Foto: Detik.com via Senayanpost.com

JAKARTA, IPHEDIA.com – Polisi menyebut editor Metro TV, Yodi Prabowo, meninggal karena diduga bunuh diri dengan menggunakan pisau untuk menusuk tubuhnya sebanyak empat tusukan. Kesimpulan ini diperoleh dari hasil analisis sejumlah fakta-fakta yang diperoleh dalam penyelidikan selama 14 hari.

Hal itu dijelaskan dalam acara jumpa pers dipimpin Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, di Markas Polda Metro Jaya, di Jakarta, mengutip Senayanpost.com, Sabtu (25/7/2020).

Dalam jumpa pers itu hadir Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, yang menjelaskan bahwa tanda-tanda bukti di lapangan menunjukkan bahwa Yodi Prabowo diduga bunuh diri.

Menurut dia, tidak ada tanda-tanda bukti DNA orang lain dari pisau yang digunakan untuk menghabisi nyawa Yodi Prabowo yang menderita empat luka tusukan. “Pisau itu dibeli sendiri oleh korban dari Ace Hardware,” ujarnya.

Ade Hidayat mengungkapkan bahwa jenis pisaulah yang membawa penyidik untuk mencari toko penjual pisau itu. “Pisau itu memiliki tanda yang akan dijual di satu toko,” katanya.

Dari penelusuran polisi dan hasil CCTV yang dilacak, terungkap kalau pisau itu milik Yodi Prabowo sendiri yang dibelinya di Ace Hardware di kawasan Rempoa. Berdasarkan penyelidikan tim dokter polisi, empat luka tusuk di dalam dengan kedalam luka bervariasi, paling dalam menembus bagian bawah paru-paru.

Dalam jumpa pers itu, Kombes Tubagus Ade Hidayat menyinggung dugaan korban Yodi Prabowo mengalami depresi. “Ada latar belakang lain yang enggak saya sampaikan apa pemicu depresi masih kita dalami,” beber Tubagus Ade didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.

Ade menyinggung itu setelah melihat rangkaian data hasil penyelidikan. Ade juga menyinggung kisah cinta Yodi dan pacarnya dan ada orang ketiga berinisial L. “Konflik di antara mereka selesai,” jelasnya.

Ade menyebut beberapa kali korban Yodi Prabowo menyampaikan ke pacarnya S soal hidupnya. “Kalau saya enggak ada gimana?” kata Ade menirukan ucapan Yodi ke pacarnya. “Pengertian enggak ada menurut kami meninggal,” tegas Ade.

Catatan polisi, sejauh ini tidak ada dugaan ke arah pembunuhan. Di lokasi tak ada aktivitas perkelahian, kemudian luka lebam di tubuh korban. Semua barang berharga milik korban juga ada.

Diketahui, editor Metro TV, Yodi Prabowo, ditemukan tewas di pinggir Tol JORRR di Ulujami, Pesanggrahan, Jaksel, pada Jumat (10/7/2020) setelah dinyatakan hilang oleh keluarganya sejak Selasa (7/7/2020).

“(Lokasi temuan) di samping tembok tol,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budi Sartono, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (10/7/2020).

Berdasarkan data yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan oleh seorang saksi setelah melihat sepeda motor di sebuah warung bensin dalam keadaan mesin sudah dingin. Beberapa saat kemudian, sejumlah anak yang sedang bermain layangan di pinggir jalan tol melihat ada sesosok mayat laki-laki yang tergeletak.

Pihak Kepolisian juga mengungkapkan hasil autopsi terhadap korban menyebut luka tusukan benda tajam di bagian leher sebagai penyebab utama kematian Yodi. Polisi menduga, Yodi sudah tewas sekitar dua hingga tiga hari sebelum jasadnya kemudian ditemukan oleh warga dan dilaporkan kepada polisi.

Ada satu barang bukti pisau yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP). Pada saat itu kondisi korban menurut keterangan saksi yang menemukan awal tertelungkup, di bawahnya ada pisau. Terhadap pisau itu, kemudian dilakukan pemeriksaan untuk pengecekan “Deoxyribo Nucleic Acid” (DNA) dan sidik jari yang ada. (sp/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top