Polisi Hong Kong Tangkap Tujuh Pelaku Penikam Petugas Saat Aksi Protes

Photo: AFP/Alastair Pike

HONG KONG, IPHEDIA.com - Polisi Hong Kong pada Jumat (10/7/2020) mengatakan pihaknya menangkap tujuh orang karena membantu seorang pria yang diduga menikam seorang perwira polisi saat protes menentang undang-undang keamanan nasional yang baru pada 1 Juli.

Pihak berwenang menangkap lima pria dan dua wanita berusia antara 24-71 tahun karena dicurigai melakukan pelanggaran, termasuk membantu tersangka membeli tiket pesawat dan mengatur transportasi ke bandara, kata polisi pada konferensi pers.

"Kami tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa lebih banyak orang akan ditangkap setelah itu," kata Yau Kin-hung, seorang perwira polisi senior, seperti melansir Reuters.

Pada 2 Juli, polisi menangkap seorang pria berusia 24 tahun di bandara dengan dugaan menikam dan melukai seorang perwira saat demonstrasi, hanya beberapa jam setelah undang-undang baru tersebut diberlakukan.

Polisi telah menangkap lebih dari 300 orang setelah protes pada 1 Juli, menembakkan kanon air dan gas air mata pada para demonstran yang menentang undang-undang keamanan menyeluruh yang diperkenalkan oleh China untuk membungkam perbedaan pendapat di bekas jajahan Inggris itu.

Undang-undang tersebut menghukum kejahatan yang berkaitan dengan pemisahan diri, subversi, terorisme, dan kolusi dengan pasukan asing, dengan hukuman hingga seumur hidup di penjara.

Polisi mengatakan tujuh orang yang ditangkap bisa menghadapi 10 tahun penjara karena membantu tersangka.

Menyusul insiden itu, polisi Hong Kong telah memposting gambar di twitter seorang petugas dengan lengan berdarah mengatakan dia ditikam oleh perusuh yang memegang benda tajam.

Parlemen China mengadopsi undang-undang keamanan dalam menanggapi protes tahun lalu yang dipicu kekhawatiran Beijing mengekang kebebasan kota dan mengancam independensi peradilannya dijamin oleh formula satu negara, dua sistem yang disepakati ketika kembali ke China.

Beijing membantah ikut campur dan para pejabat mengatakan undang-undang itu penting untuk pertahanan keamanan nasional yang terekspos oleh protes. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top