-->

Pelecehan Seksual Anak di Lampung, Kemensos Pastikan Perlindungan Korban

Korban N saat dimintai keterangannya oleh polisi (Foto: Antara / Istimewa)

BANDARLAMPUNG, IPHEDIA.com - Terkait kasus pelecehan seksual anak terhadap N (14) di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, Kementerian Sosial (Kemensos) tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan perlindungan dan memberikan pendampingan kepada korban.

"Saya dengar pelakunya adalah penanggung jawab rumah aman, yang seharusnya melindungi korban. Ini tentu sangat mengganggu nurani kita semua," kata Menteri Sosial, Juliari P Batubara, di Jakarta, Rabu.

Kemensos melalui Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak telah menerjunkan tim Sakti Peksos yang bertugas mendampingi dan memberikan penanganan trauma yang dialami korban.

Kasus pelecehan seksual yang dialami korban N, diduga pelakunya inisial DA  petugas rumah aman (safe house) di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung.

Pelaku DA merupakan pendamping N di P2TP2A. Korban N berada di rumah aman karena telah menjadi korban pelecehan seksual oleh pamannya sendiri pada 2019 lalu.

Atas kasus tersebut pelaku pamannya itu sudah diproses secara hukum. Namun, lepas kasus pertama, N malah mendapat pelecehan seksual kembali dari DA yang tak lain pendampingnya sendiri di rumah aman.

Mengenai kasus ini, Mensos menghormati proses hukum yang tengah berjalan dan berharap pelaku bisa diberikan sanksi hukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku sehingga bisa menimbulkan efek jera kepada siapapun pelaku pelecehan serupa.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah (Polda) Lampung telah menggelar perkara atas dugaan pemerkosaan anak di bawah umur ini. "Polisi gelar perkara terhadap dugaan pemerkosaan anak di bawah umur," kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, di Bandarlampung, Selasa malam.

Penyidik Polda Lampung telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap korban N agar kasus tersebut jelas dan terang untuk mengungkap fakta-fakta yang terjadi sebelum berkas perkara dilimpahkan dan disidangkan.

Sementara itu, Children Crisis Center (CCC) Lampung pada Senin (6/7/2020) mendesak dijatuhkannya hukuman berat bagi petugas P2TP2A Lampung Timur pelaku pelecehan seksual pada anak yang di bawah perlindungannya.

"Kasus pelecehan seksual kepada anak yang disinyalir dilakukan oleh oknum petugas P2TP2A Lampung Timur sangat miris, mengingat korban dititipkan di Rumah Aman yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman," ujar Ketua Harian Children Crisis Center (CCC) Lampung, Syafrudin.

Adanya kasus pelecehan seksual pada anak di lingkungan P2TP2A, CCC mengharapkan pemerintah dan pihak berwenang dapat bertindak untuk memberikan perlindungan kepada korban. (rz/ed/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top