-->

NOC Libya Tuduh UEA Berada di Belakang Blokade Minyak



LIBYA, IPHEDIA.com - National Oil Corp (NOC) Libya menuduh Uni Emirat Arab menginstruksikan pasukan timur dalam perang saudara Libya untuk memberlakukan kembali blokade ekspor minyak.

UEA bersama dengan Rusia dan Mesir, mendukung pasukan nasional Libya (LNA) di bawah komando komandan militer pemberontak, Khalifa Haftar, yang sebelumnya pada Sabtu (11/7/2020) waktu setempat mengatakan blokade akan terus berlanjut meskipun telah membiarkan sebuah kapal tanker sarat dengan minyak dari penyimpanan.

Libya yang memiliki cadangan minyak mentah terbesar di Afrika itu terpecah antara kekuatan saingan dari Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) yang diakui PBB di Tripoli dan Haftar yang berbasis di timur.

"NOC telah diberitahu bahwa instruksi untuk menghentikan produksi diberikan kepada (LNA) oleh Uni Emirat Arab," kata NOC dalam pernyataan pada Minggu (12/7/2020) waktu setempat, seperti melansir Aljazeera, Senin WIB (13/7/2020).

Tidak ada komentar langsung tentang tuduhan NOC, baik dari LNA atau UEA. Haftar mendapat dukungan Turki membantu GNA membalikkan serangan 14 bulan di ibukota Tripoli.

Setelah GNA, NOC juga mencoba untuk memulai kembali produksi di ladang minyak Sharara, tetapi upaya ini dengan cepat ditutup dan menuduh tentara bayaran Rusia bertempur bersama LNA yang ditempatkan di sana.

Pada Jumat, tanker Vitol Kriti Bastion merapat dan memuat di pelabuhan Es Sider sebelum berlayar pada Sabtu, ekspor legal pertama minyak Libya sejak blokade diberlakukan pada Januari.

NOC mengatakan tentara bayaran Rusia dan Suriah yang bertarung bersama LNA sekarang menduduki Es Sider.

Di bawah perjanjian internasional, hanya NOC yang dapat memproduksi dan mengekspor minyak dan pendapatan harus mengalir ke Bank Sentral Libya. Kedua lembaga tersebut berbasis di Tripoli, pusat GNA.

LNA pada Sabtu mengatakan bahwa mereka akan melanjutkan blokade sampai daftar kondisi terpenuhi, termasuk menyalurkan pendapatan minyak ke rekening bank baru yang berbasis di luar negeri untuk kemudian didistribusikan secara regional.

Pada Minggu kedutaan besar Libya Amerika Serikat mengatakan dimulainya kembali blokade itu terjadi setelah adanya upaya diplomatik yang intens untuk membiarkan NOC melanjutkan produksi, dan mengatakan menyesal bahwa upaya yang didukung asing telah menghambat ini. (alj/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top