Menteri Koperasi dan UKM Kunjungi PLUT UMKM Bangka Belitung




PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Untuk mendorong kualitas dan daya saing produk kerajinan unggulan di pasar global, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki, meninjau Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Teten Masduki didampingi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan, selain mengunjungi PLUT UMKM juga berkunjung ke Universitas Bangka Belitung dan melepas ekspor perdana kerajinan lidi nipah binaan Dinas Koperasi dan UKM Babel ke Nepal di Pelabuhan Pangkalbalam dan melakukan silaturahmi dengan masyarakat Babel.

"Kemampuan produk UMKM kita sudah bisa diekspor, namun problemnya bagaimana meningkatkan daya saing dan kualitas produknya," kata Teten Masduki saat meninjau produk kerajinan di Galery PLUT UMKM Provinsi Kepulauan Babel di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan, produk kerajinan unggulan UMKM Kepulauan Babel, seperti kopiah resam, makanan olahan laut dan lainnya memiliki potensi ekonomi yang luar biasa untuk dikembangkan.

Karenanya, Teten mengharapkan pemerintah daerah mendorong pelaku usaha untuk bisa meningkatkan kualitas produksi dan pembuatan dapur bersama dalam upaya meningkatkan higienis suatu produk UMKM.

Dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM ini, kata dia, pemerintah daerah harus membangun sentra-sentra rumah produksi bersama, agar pengolahan produk dapat dilakukan secara bersama-sama.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Babel, Elfiyena mengatakan, di tengah pendemi Covid-19, PLUT UMKM telah menyiapkan langkah-langkah untuk menggerakkan ekonomi UMKM.

Pihaknya telah melatih pelaku UMKM dalam memasarkan produk secara daring dan juga pemerintah provinsi bekerja sama dengan lima marketplace seperti shopee bukalapak, blibliii untuk memasarkan produk unggulan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top